Friday, May 22, 2009

Suatu Senja di Sebuah Pantai

Hari itu 25 Feb 09. Tepatnya hari Rabu. Seseorang mengajakq ke pantai. Beberapa waktu sebelumnya aq melewati hari2 yang sangat berat. Menyita seluruh pikiranq. Dia menanyakan “Ada yang u pengen lakuin ga? Sekedar ngeRefresh diri?” aq jawab aja “Aq pengen naek KA. Trus pas KA nya jalan aq berdiri di antara dua gerbong n tereak sekenceng2nya” trus dia bilang “Di sini kan ga ada KA, gmana klo ke pantai aja.” Hahahaha...Hantu jalan ini ditawarin ke pantai. Jelas mau lah.

Dengan perlengkapan siap tempur (jaket, sarung tangan, kaos kaki, mantel hujan) qta berangkat ke Balikpapan. Naik motor. Pengalaman yang ga bakal aq lupain sekaligus ga bakal aq ulangin. Gila aja. Mana jalanannya Smd-Bpp meliuk2 ga karuan. Banyak tikungan tajam... Ga mau lah mempertaruhkan nyawa yang cuma 1 gini. Sepanjang perjalanan qta ngobrolin banyak hal...dari obrolan yg ga mutu, bikin eneg, menggelikan dan sebagian obrolan membuat aq berpikir tentang banyak hal. Sampai di Balikpapan qta nonton di XXI, Pintu Terlarang. Aq yang pengen. Sebenernya dia ga mau. Tapi berhubung ini hari untuk aq ya udah diturutin aja maunya aq. Pulang Nonton qta sholat bentar trus makan coto di daerah Klandasan. Penutup perjalanan qta ke pantai...Yuhuuuuu... Kayak anak kecil baru dapet mainan, aq seneng bgt. Jepret sana sini. Ga kerasa senja deh. Mana gerimis pula...Qta mutusin bwat pulang. Di jalan nyempetin mampir di KM brapa gitu aq lupa. Minum kopi di warung. Jujur, saat itu aq pengen waktu berjalan lebih lambat. Moment yang bikin aq hepy banget...

Hari itu, aq menjadi diriq yang apa adanya. Berbagi cerita tentang banyak hal. Tertawa lepas... Dan itu semua sekaligus menjadi penutup cerita tentang kami. Karena mungkin itu adalah perjalanan pertama dan terakhir aq dan dia... Setelah ini semua, akan ada hal yang berubah... Semua orang akan berubah. Cuma masalah waktu saja.
Yakin lah. Akan berbeda seperti sebelum ini... Aq dengan kehidupanq dan dia dengan kehidupannya...

Friday, May 15, 2009

Aq Percaya Kamu...


Aq percaya kamu
Melebihi apa yg orang katakan kepadaq
Aq percaya kamu
Tak peduli apa yang orang katakan tentang kamu
Yang qtahu kau selalu sejukkan hatiq
Yang qtahu kau selalu ada di saat qmembutuhkanmu
Kau selalu ada… di saat ku rapuh
Aq percaya kamu

- Aku Percaya Kamu: by d’massive -

Pertama kali denger juga ga sengaja. Pas aq pulang ke Malang bwat wisuda. Trus tau2 dikamar adek kost aq sedang muter winamp pas lagu ini. Langsung terlintas seseorang —ga enak nih tunjuk personal— Asli dah lyric lagunya gambarin dia banget. Tapi, cukup bait di atas lho ya. Iya, orang ini bener dah tau busuk2nya aq, n juga betapa ’malaikat’nya hatiq. Hehehe. Aq cerita banyak hal ke dia, dari hal ga penting, ga mutu, dsb-nya. Dari sekedar cew or cow cakep, gossip seleb, kebijakan pemerintah, politik, Dahlan Iskan, dll. Selalu aja ada topik bwat dibahas. Ada saat di mana qta ketemuan hampir tiap hari, tapi ga pernah ada kata bosan —ga tau dia nya— ada kala sesuatu menjauhkan kami. Karena kesibukan masing2, ada juga salah paham yang kebanyakan karena ego q yang guede bgt. Tapi... Selalu ada rasa menggelitik yang mendorongq untuk sekedar sms 1 karakter ”?” Lalu kami tertawa bersama, saling bercerita tentang segala hal. Dan semuanya akan menjadi baik2 saja... Segala panik dikejar deadline, kesal, marah, suntuk... terendapkan sejenak. Segalanya terasa nyaman saat sudah cerita ke dia. Dia pun begitu. Apapun yang orang bilang tentang kami, hanya kami berdua yang tahu...

Aq pernah menulis ini —sekira 1-2 th lalu—

Aku mengenalnya lewat tatapan
Aku mengenalnya lewat sebuah persaingan
Aku mengenalnya lewat perebutan

Aku mengenalnya saat kami masih sama2 kecil...
Belum mengerti tentang makna, hidup dan rasa...
Waktu t’lah lama berlalu sejak kepergiannya...
Kepergian yang meninggalkan rasa menang di hatiku...
Karena dia seorang ”Pesaing”

Seiring dengan bertambahnya usia kami...
Waktu kembali mempertemukan kami...
Benang yang dulu terurai...
Dia rekatkan kembali melalui sebuah ”ikatan”
Aku merasa paling dekat dengannya,
tau tentangnya...
Aku terlalu sering menyusahkannya...
Aku terlalu sering memaksakan kehendakku padanya...
Aku bahkan terlalu sering mengecewakannya...
Aku memaksanya untuk slalu mendengarku...
Seolah hanya aku yang memiliki masalah...

Tapi...
Apa pernah dia marah padaku?
Apa pernah dia mengecamku?
Apa pernah dia menyakiti aku?
Apa pernah aku mendengarnya?

Sampai di suatu saat...
Aku lebih banyak diam dari dia...
Dan dia lebih banyak bicara padaku...
Semua kisah mengalir darinya...

Dan aku?
Aku begitu marah pada diriku...
Ternyata...
Betapa aku tak sedikitpun tau tentang dia?

Dari dulu sampai sekarang,
Dia slalu ada untuk aku...
Dia slalu mengerti aku...
Dengan sgala yang ada di diriku...
Dengan sgala kebusukan ku...
Dia...begitu memahamiku...
Karena dia adalah pendukung setiaku

Aku slalu berharap dia akan terus memahami dan mengerti aku...
Dan sgala janji di hatiku...
Aku tak ingin lagi menyakitinya, mengecewakannya, memaksakan mauku padanya...
Aku ingin dia bangga padaku...

Aku tak ingin berucap ”Terima Kasih” padanya...
Karena apa pun dia untukku, keberadaannya...
Lebih dari sekedar rasa ”Terima Kasih”

Monday, April 13, 2009

Seperti Kotak Pandora...


Aq dan hampir semua orang pasti memiliki kenangan dengan masa lalu. Ada yang berusaha menghapusnya, melupakannya, bahkan berharap masa lalu tak pernah ada.
Di masa laluq, aq pernah mengenal seseorang, seseorang dengan hampir kesempurnaannya bagiq. Dia menjadikan cinta yang semula tak ada menjadi ada. Dia —secara sadar atau tidak— mengajarkan aq banyak hal, bagaimana mencintai, dan bagaimana menghadapi rasa sakit karena sesuatu hal.
Aq pernah menjadi cew paling bahagia, juga yang terpuruk dalam asa. Sampai akhirnya aq bisa melewati semua...dan sampai pada titik ini. Perlu waktu yang ga sebentar untuk melupakan semua tentang dia. Senyumnya, kekonyolannya, kata demi kata yang mengalir dari bibirnya, aroma tubuhnya...yang seolah melekat kuat di aq. Bertahun-tahun aq berusaha menghapus semua tentangnya...tapi semua ingatan seolah semakin melekat kuat.
Sampai akhirnya...entah disebut dewasa ato apalah namanya...aq memutuskan sesuatu hal. Aq mencoba perlahan memutus semua hal yang berhubungan dengan dia, tak lagi mendengar kabar tentang dia, satu hal yang paling sulit bwat aq lakuin, menahan untuk ga menanyakan apapun tentangnya…
Aq sadar...semuanya butuh proses. Dan aq ga mau memaksakan diriq untuk...BLASTTT... Lupa semua tentang dia.
Apa pernah kalian merasakannya seolah begitu dekat, dalam setiap desah napas namanya terucap, setiap kali tanpa sadar namanya keluar begitu saja, dan bahkan dia orang yang pertama kali kau ingat saat kau terjaga dari tidurmu.
Aq merasakannya. Tapi itu semua sudah hampir berlalu. Belakangan... Dia sudah tak begitu menarik untuk selalu tampil di benakq. Dia juga tak cukup hebat untuk membwat hatiq dag dig dug...
Tapia q belum cukup siap untuk menyatakan “Hei, u tuh bukan siapa2 tau!!” Aq ingin menyimpan semua tentangnya, menjaganya, menjadikannya sesuatu yang berharga Seperti kotak Pandora…Biarlah tak usah lagi dibuka… Karena hanya akan mengacaukan semua bila membukanya. Tp bila tiba saatnya aq akan membukanya dan aq akan tertawa saat mengenangnya...Bahwa dia bukan siapa2.

Monday, April 6, 2009

Happy Being Single

Aku baik baik saja
menikmati hidup yang aku punya
Hidupku sangat sempurna
I’m single and very happy


-By Opie Andaresta-

Belakangan sedang meng-Gila-I lagu teranyar Opie Andaresta. Secara aq sekarang sedang single…again.Ops…single kayaknya ga tepat banget lah ya bwat deskripsi in status aq sekarang. Tepatnya I’m 2nd single…Fufufu.

Menjadi sendiri atau mengambil keputusan untuk sendiri bukan hal mudah bwat sebagian besar orang, termasuk aq. Tapi, manakala kesendirian itu menjadikan qta “lebih berharga” kenapa tidak?

Bukan berarti aq ga bahagia dengan “teman hidup”q sebelum ini. Aq bahagia. Aq mencintainya. Tapi sebuah hubungan ngga’ selalu melulu tentang cinta. Ada banyak komponen yang turut merakitnya. Ibarat sebuah perahu, ada sedikit celah saja yang bocor, tentu akan sangat membahayakan. Banyak upaya dilakukan untuk menutup celah itu. Tapi sayang, celah itu nggak hanya pada satu tempat, tapi dibanyak tempat. Dan mungkin kekuatanq tidak terlalu besar untuk mempertahankan agar perahu ini cukup kokoh untuk terus berlayar.

Ada hari di mana semua nya harus berakhir. Dan memang berakhir. Untuk saat ini, Aq hanya ingin menjalani hidup yang aq punya sekarang, tanpa dia.
I’m single and very happy. Emang gitu yang aq rasain sekarang. Aq lebih bisa menjadi apa adanya aq. Bebas ngelakuin apa aja yang aq pengen. Paling enggak satu bebanq sedikit terlepas. Satu hal yang paling membahagiakan, aq lebih bisa berpikir untuk ke 2 anakq n keluarga yang sayang aq banget. Membebaskan mereka semua dari rasa sakit dan kasian melihatq dan hidup yang qjalani sebelumnya.
Aq lebih bisa berpikir untuk diriq, manjain diri di salon, beli baju yang aq pengen, dan semua2 yang dulunya qredam hanya karena aq menghargai “teman hidup”q. Dulu aq selalu berpikir, “Belikan dia baju ahhh, aq ntar2 aja” Semua2 hanya untuk dia. Ga peduli dengan “Apa yang dia udah lakuin bwat aq”

Sekarang semua udah berlalu. I’m 2nd SINGLE.
Bukan berarti aq nyaranin bwat jadi single lho. Gmana2 berdua tentu lebih baik. Tapi ber2 yg bagaimana dulu… Ada kala di mana aq merasa kesepian. Pengen dipeluk seseorang. Ato sekedar berbagi kesah di malam2 panjang. Satu hal yang sering bwat aq nangis…adalah saat aq terbangun di tengah tidurq dan melihat bahwa hanya ada Tya di sisi aq. Biarlah…Semua hal memang harus menanggung resiko masing2. Termasuk keputusanq being single.