Showing posts with label Cuapanq. Show all posts
Showing posts with label Cuapanq. Show all posts

Tuesday, February 26, 2013

Dedicated To My Boss


34 bulan atau 2 tahun 10 bulan saya bergabung dengan instansi ini. Dan selama 34 bulan, hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi saya. Egois sebenarnya, karena saya bersedih atas apa yang sudah lama dinantikan oleh atasan saya. Pelantikan beliau sekaligus rolling satuan kerja dari Kalimantan Timur ke Yogyakarta. 17 bulan bukan waktu yang lama walau juga tidak bisa dikatakan sebentar. Banyak hal yang bersama-sama kami lewati, banyak falsafah kehidupan yang entah sadar atau tidak beliau tanamkan pada saya. Kepanikan ketika ada penyidik yang dating tiba-tiba, atau ada permintaan laporan dadakan dari kantor pusat. Semua hal kami lewati bersama. Kekesalan demi kekesalan yang cukup menguras emosi saya pada beliau. Juga tawa demi tawa yang terkadang karena hal bodoh, kabar bodoh dan orang-orang bodoh (Ups... ini hanya istilah dari saya).
Satu kalimat beliau yang saya ingat : “Tidak ada yang namanya ketulusan di BP* ini.” Tapi sadarkah bapak, bahwa bapak telah menunjukkan ketulusan itu pada saya? pada kami bawahan bapak? Ketulusan dalam bekerja, ketulusan dalam melayani pengaduan demi pengaduan. Sikap dan perhatian bapak pada kami bawahan bapak, sudah menunjukkan, bahwa BP* ini masih memiliki seorang yang tulus, yaitu bapak.
Bapak mengajarkan bagaimana kerja yang ibadah. Bapak yang (mengutip istilah Pak Kabag TU) ‘lari terbirit-birit setiap adzan berkumandang’. Bapak yang juga mengajarkan bahwa bekerja bukan melulu soal uang. Bapak juga yang pernah bilang, tidak perlu takut pada atasan, bukan atasan yang menggaji kita. Intinya dedikasi dan loyalitas adalah pada instansi, institusi dan lembaga. Bukan pada atasan.
Hal terlucu dari atasan saya ini adalah beliau sangat pelupa. Dan pada akhirnya menular pada saya (maap, pak!). Dalam 1 bulan mungkin ada 1 lusin bolpoint yang dihilangkan. Kami sering sekali panik 1 ruangan mencari berkas yang hilang. Awalnya mengesalkan. Tapi lama-lama saya jadi terbiasa. Hehehe
Sebagai laki-laki, bapak adalah laki-laki yang menjaga kehormatannya. Pernah kami harus berada dalam 1 ruangan berdua. Dan tiba-tiba beliau menegur : “Anis, kamu pergi main kemana gitu. Ga enak kita berdua disini. Ga semua orang pikirannya sama, pasti ada nanti yang berpikir macam-macam, padahal kita ga ngapa-ngapain.”
Dan bapak adalah suami idaman untuk setiap wanita. Ketika di suatu acara yang mengharuskan para istri datang, saya bertanya : “mana ibu (maksutnya istri atasan saya), pak?”, dan setengah takjub mendengar jawaban beliau : “ada di sana, cari aja yang paling cantik. Itu istri saya.” God, pasti ibu bangga mendengarnya
Istri atasan saya adalah wanita kalem dan sederhana yang senyumannya meneduhkan hati. Dan saya selalu tenang tiap bertemu dan berbicara pada istri atasan saya ini. Dan mereka seperti dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Ibu yang begitu bapak yang begini (LOHHH?!?!?).
Juga seorang Ayah yang paling diimpikan. Saya mau bertukar tempat untuk memiliki ayah seperti atasan saya ini. Pernah suatu hari karena saya ‘sesak’ oleh sesuatu hal (yang ga perlu diceritakan disini), entah mengapa saya menulis sms dan bercerita pada beliau. Dan setelahnya saya lega. Bagi saya beliau adalah seorang “Ayah” yang saya tidak miliki lagi.
Yang jelas, saya sangat bersyukur, karir saya diawali sebagai bawahan orang baik seperti atasan saya ini. Beliau adalah guru yang insya Allah saya jadikan acuan saya dalam bekerja.
Hal-hal kecil ini akan sangat saya rindukan :
“Nis!”
“Nis, buatkan SPPD saya”
“Nis, reschedule-kan tiket saya”
“Lha kamu naruhnya dimana?” dengan logat khas beliau
“Apa iya?”dengan logat khas beliau
“Sudah, kamu kerjakan lagi saja”dengan logat khas beliau
“Bisa kamu belikan saya ...”dengan logat khas beliau
Dan belum-belum... saya sudah mewek duluan.
Selamat menunaikan kerja yang ibadah di tempat yang baru ya, pak. Semoga amanah dan berkah.
Selamat berkumpul dengan keluarga. Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertai bapak sekeluarga.
Dedicated to Bapak MUHAMAD FADHIL dan Keluarga.

*Ruangan Kabid yang saya acak-acak, 27 Februari 2013

Tuesday, January 3, 2012

My New World


Tak pernah ada kata terlambat untuk memulai. Termasuk saat aku memutuskan untuk menulis ini.
2 tahun yang cukup panjang dan melelahkan. Entah dimulai dari mana.
1st : Single Fighter
Perjuangan panjang dan melelahkan, sejak Agustus 2003 akhirnya dengan ikhlas harus kusudahi. Perkawinan yang dengan penuh pengorbanan, akhirnya selesai dalam 3x ketokan palu hakim. 11 Mei 2010. Aku resmi menyandang status baruku sebagai Single Mom. Yup, lega pastinya. Walau ada sesuatu yang harus dengan paksa untuk ku lepaskan. Tapi biarlah. Awalnya bukan hal mudah memulai hidup dengan status baru ini. Bahkan keluargaku pun masih belum bisa percaya dan terkadang malu rasanya untuk sekedar mengatakan aku sudah “janda”. Masyarakat punya stigma sendiri mengenai status “janda” tapi ya sudahlah. Hidup adalah takdir yangkita pilih sendiri. Dan sejauh ini, aku bisa menjalani semua dengan sangat baik. Bismillah, semoga semua hal tentang anak-anakku dimudahkan Tuhan. Aamiin.
2nd : PNS BPN RI
Pontang-panting dan jatuh bangunku mencari pekerjaan akhirnya beroleh hasil. Dari sekian tes yang ku ikuti, akhirnya aku lolos dan diamanahkan oleh Allah SWT untuk di sini, BPN RI. Alhamdulillah.
Di sini aku akan banyak cerita tentang dunia PNS yang sedang aku jalani sekarang. Yup. PNS, yang aku sangat anti dari awal. Bahkan sahabat baikku berkata : “Anak2 dari sekolah kita —SMU 10.red— ga cocok jadi PNS. Terlalu banyak waktu yang bakal terbuang sia-sia. Udah keluar aja.” Dan aku hanya bisa tersenyum simpul. Tak tau harus menimpali apa.
Masa CPNS-ku kulewatkan di Jakarta, yang dalam 1 tahunku di sana, mampu membuatku sangat ‘jatuh hati’. Yup, aku sangat cinta Jakarta. Gila mungkin menurut sebagian orang yang mulai bosan dengan kericuhan, kemacetan Jakarta. Tapi ada sisi lain yang kunikmati dari Jakarta. “KEAPATISAN” Jakarta. Yang cukup tau bagaimana berjuang untuk hidupnya sendiri tanpa peduli apalagi ikut campur dengan urusan orang lain.
(Tentang kisahku di Jakarta akan ku tulis di kesempatan lain).
1 tahun, bukan waktu yang bisa dikatakan singkat atau tidak juga divonis lama. Dan 1 tahun hanya memberikan sedikit catatan kecil tentang instansi tempat aku bernaungi ini. Sistemnya, orang-orang di dalamnya. Dan aku, bolehlah sedikit meninggi, hanya setitik susu dalam sebelanga nila. Hayhay… entah apaaa…
Hujatan, cibiran, perdebatan selalu berkecambuk di kepalaku. Betapa oh betapa instansiku —yang mungkin tidak beda jauh dengan instansi pemerintah kebanyakan— dan banyak cerita yang untuk sekarang cukup ‘kusimak’ saja.
Mei 2011. Aku ditempatkan di daerah asalku, Kalimantan Timur. Sebenarnya agak sedikit kecewa. Karena aku harus mengalahkan egoku, dan melepaskan tiket yang bisa mengantarku tetap berada di Jakarta —Kota Kecintaanku—
Aku tidak ‘pulang’ sendiri. Aku bersama 6 orang temanku. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, juga sifat yang berbeda-beda tentunya. Tapi, sekarang… Mereka adalah Saudaraku di BPN RI ini.
Semakin dan semakin aku masuk ke dalam. Semakin banyak yang meronta2 di diriku. Yang menohok nuraniku. Yang mengusik idealisku. Yang dan seribu yang…
Setiap cerita yang kualirkan pada kakakku RF dan akhirnya : “Sedikit kau tak usah gunakan nuranimu. Dan kamu tau? lama kelamaan terkikis, sampai akhirnya tak bersisa lagi.”
Da*n. Gelisah, Gamang dan entah apa lah namanya. Yang jelas aku sangat tidak nyaman dengan apa yang kurasakan.
Terngiang di telingaku, sebuah statement —yang aku ingat siapa yang melontarkan— “Ketika kamu masih makan dari BPN, jangan pernah menghujat BPN.” Dan aku sangat setuju dengan statement itu. Aku merenungi, “…tidak ada yang salah dengan instansiku, yang memperburuknya adalah orang-orang BPN itu sendiri. Aku ingin mengubah semua. Tapi tanganku terlalu kecil. dan guruku pernah bilang : ‘jangan pernah bermimpi mengubah dunia menjadi lebih baik, kalo kamu sendiri tidak melakukan yang terbaik.’… Seandainya praktik percaloan tidak ada, tidak ada istilah NKK —Nolong Konco-konco— dalam perekrutan dan jabatan. Seandainya dimulai saja dari hal kecil itu… Ahhh… terlalu muluk aku berangan. Aku juga belum bisa disebut pegawai yang baik. Yang terkadang fisikku ga kuat menembus hujan di pagi hari. Yang terkadang aku masih terbujuk untuk sekedar kongkow bareng temen dan segudang yang lainnya. Mungkin ga terlalu muluk kalo aku berharap, saat ada sebersit idealisku yang masih bersisa, aku ingin melakukan yang terbaik untuk instansiku, ato paling tidak, pencitraan terhadap pekerjaanku —cukup tentang aku saja—
Oiya, sekarang aku diamanahkan di Bidang V : Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kanwil BPN Prov Kalimantan Timur. Alhamdulillah memiliki atasan yang bisa menjadi teladan untukku. Alhamdulillah karirku diawali di bidang yang akan banyak ‘beramal’ untuk instansiku. Aamiin.

To be continued…

Monday, January 2, 2012

RESOLUSI 2012


Lama buangeeeddd… ga nge-blog. Pengen posting Resolusi 2012. Biar gaya aja. Boleh deh di bilang ikut2an. Hehehe…
ü Keluarga & Malaikat2 kecil-Q (Must be priority) : Pengen ngabisin waktu lebih banyak bareng Adhit-Tya. Aq pengen, dalam waktu dekat bisa memboyong anak2q bwat skul n tinggal di Samarinda. Nih sedang dipersiapkan. Mandiri bow ceritanya. Pengen bs bayarin nyokap n nenek aq pergi haji. Aamiin.
ü Karir n Kerjaan : Aq ditempatin di bidang yg jauh dr kompetensi aq. Jadi musti lebih banyak belajar. Biar ga dibilang ‘bego’. Meluangkan waktu lebih banyak u/ membaca peraturan-peraturan tentang pertanahan. Makanya pengen banget punya tablet (Samsung G-tab siiihhh… ada yg mau donor gaaaa?!?!?!?) Alhamdulillah boss aq baek bgt n Insya Allah orang ‘lurus’ lah. Pengen bs mengikuti jejak beliau. Tetep istiqomah, dan tidak memupuskan nurani-q.
ü Oiya, aq mulai oriflame-an lagi. Masih tetep lah di jaringan mb ILNAyuti Sari. Semoga bisa sukses di sini www.simplebiznet.com/?id=anisoriflame . Aamiin.
ü Pendidikan : Harus bisa sekolah lagi. Insya Allah tahun ini deh klo ga ada halangan. Aamiin.
ü Percintaan : Bahhh… alay lebay dah.., Berserah diri saja. Ga pake target.

Satu lagi, 2012 : NO MORE TEARS. Aamiin.


Monday, October 26, 2009

“Some people just go on living alone”


Bukan sebuah tajuk atau apa. Sebuah kalimat yang qkutip dari status facebook seorang teman. Mungkin bagi sebagian orang, hidup sendiri sangat menyenangkan, tanpa beban, tanpa perlu berbagi dengan siapapun, dan at least everything gonna be rite. Aq banyak menyaksikan, orang2 di sekitarq yang pada akhirnya memilih untuk hidup sendiri atau melajang untuk seumur hidup. Well, secara finansial mereka sangat mapan, karir yang menjanjikan, dan fasilitas hidup yang hampir semua dimilikinya. Tapi, kebanyakan dari mereka justru menjadi pribadi yg menurutq “freak”, beda dari kebanyakan orang, serta emotion control yang ga bisa dibilang bagus.
Aq sempat memberikan sebuah komentar, “Banyak orang ga bisa hidup sendiri. Bukan, bukan karena dia tidak bisa melakukan segala sesuatunya sendiri ataupun bergantung pada orang lain..tapi just need people to share our life”
Entah kenapa seperti mendapat kepuasan tersendiri, memberikan sanggahan yang pada kenyataannya aq prefer to be alone.. Hehehe.. Kenapa? Jawaban kerennya sih “Aq terlalu tangguh untuk menjalani segala sesuatunya berdua” walopun yang sebenernya, aq udah ‘emoh’ sama yang namanya sakit dan ditinggalkan. Dua konsekuensi yang harus siap ditanggung oleh seseorang ketika dia memutuskan untuk membagi kehidupannya dengan orang lain.
Bwatq, menjadi sendiri atau berdua hanya sekedar masalah pilihan. Like me now... just let it flow. Menjalani saja kemana Sang Pemberi Hidup menciptakan lakonnya. Aq hanya pemain yang siap memainkan segala macam peran.. Apapun itu.



or

Wednesday, June 3, 2009

Kesetiaan


Terinspirasi setelah nonton film-nya Henry Adianto, From Bandung with Love.

Kesetiaan yang menurut Vega –diperanin sama Marsha Timothy- adalah sesuatu yang ga bisa direncana’in, seperti cinta dan hidup. Iya, itu ada benernya. Karena terkadang kesetiaan harus terhalang oleh kesempatan untuk tidak menjadi setia. Rasa bosan, jenuh terhadap sesuatu, pasangan ato apapun, bisa menjadikan qta untuk tidak setia. Terkadang qta merasa seseorang membuat qta lebih nyaman dan memperlakukan qta jauh lebih baik dari pada pasangan qta. Hati qta ikut bicara. Semua hal kecil terasa menjadi besar. Semua hal yang biasa menjadi tak biasa. Semua tentang pasangan menjadi suatu masalah.
Bagi aq sendiri, menjadi setia adalah sebuah pilihan. Qta harus siap menuai segala resiko ato dampak yang timbul dari pilihan itu sendiri. Baik ato pun buruk.
Bagi kebanyakan orang, hal yang paling manyakitkan adalah pengkhianatan. Sulit rasanya memaafkan untuk yang satu itu. Ketika salah satu pasangan sudah tak lagi setia, maka tak ada lagi yang bisa dipertahankan. Tapi, aq slalu begitu mudah memaafkan pengkhianatan. Hanya karena aq berpikir...mungkin saja suatu saat aq melakukannya. Ketika datang kesempatan, buat aq untuk ga setia sama pasangan aq...aq mengatakannya “Ini saatnya” tapi pada saat aq mau memulainya...ternyata sulit sekali rasanya. Bahkan untuk sekedar pura-pura mencintai orang lain selain pasangan aq.




Entahlah, kesetiaan selalu terkait dengan 1 hal yaitu perselingkuhan. Dan buat aq...Menjadi setia adalah sebuah pilihan. Pilihan yang bisa untuk diusahakan.

Thursday, January 3, 2008

Learning From d’Past…

Sering banget qta denger ungkapan : “Jadikan masa lalu sebagai sebuah pembelajaran”. Masa lalu, baik maupun buruk, susah maupun senang, pahit atopun manis…Kesemuanya itu merupakan satu tahapan dalam hidup yang memang harus qta lewati. Ada yang menjadikan masa lalu sebagai pembelajaran, ada yang menjadikannya sebagai momok yg menakutkan untuk diinget/dikenang.

Seseorang pernah menanyakan tentang hal ini : “Seandainya elo bisa kembali ke masa lalu, dan elo bisa mengubah kejadian di masa lalu, hal apa yang elo pengen ubah? Tapi apa yg elo ubah itu ga bakal mengubah apa yg ada di elo sekarang.”

Sesaat aq sempat bingung. Entah apa yg ingin qubah…aq ingin mengubah untuk tidak menikah di usia muda. Tapi…tidak…kalau aq mengubah ini, mungkin tidak ada Adhit n Tya dalam hidupq. Mungkin aq tetap Anis yg childish, kolokan, mau menang sendiri/egois, brengsek, urakan, nakal...dan mungkin aq ga akan bisa lebih berpikir dalam bertindak, dan mungkin aq ga akan pernah tau, bahwa terdapat pernik lain dalam hidup… Urung qkatakan keinginanq padanya. Karena sekarang aq sudah cukup bahagia dengan hidup yg qjalani, walau terkadang ada hal’’ yang memberatkanq, yg membebaniq, yg membuatq menangis di malam’’q, namun semua itu sangat setimpal dengan kehadiran Adhit n Tya di hidupq.

Akhirnya aq menjawab : “Entahlah…mungkin sebaiknya aq ga pernah ketemu u. Kalo u apa?”

Sesaat dia terdiam, lalu : “Gw pengen pergi ke waktu dimana gw berpisah dengan seseorang dan gw mau bilang ke dia, ’eh goblok, diem aja elo di situ, jangan kemana’’, tunggu sampei gw dateng’ tapi udahlah semua udah lewat.”

Masa lalu tetaplah masa lalu. Aq pernah menjadi orang yg mendedikasikan hidup hanya untuk teman. Sampei hal paling ga’ realistis aq bakal laku’in demi teman. Kekecewaan. Yup, kekecewaan yg merupakan pangkal dari pengharapan. Dari sini aq belajar untuk menjadi seseorang yg lebih realistis dalam bertindak, lebih pake akal timbang rasa. Dan aq menemukan kebahagiaanq dengan cara ini.

Ada suatu masa di masa laluq…di mana aq belajar banyak hal. Mulai dari teman, sahabat, senang, sakit, kecewa, sayang, benci…Bahkan sampai sekarang, aq masih menjadikan masa itu sebagai masa paling amazing di hidupq. Keajaiban. Yup. Ada sebagian orang yg mengatakan “Kamu ga akan berkembang kalau terus terpaku pada masa lalu.” Jawabanq : “Biarin, emang kenapa kalo aq terus stag di satu masa itu. Qpikir mereka org’’ yg pantas menerima penghargaan di hidupq. Toh mereka org’’ yg menjadi inspirasi banyak hal di hidupq. Karena merekalah aq selalu ingin menjadi manusia yg lebih baik.”

Masa Lalu, Masa Sekarang, Masa Depan…bagiq ketiganya akan menciptakan hubungan kausalitas… Di mana apapun yg terjadi pada masa sekarang, masa depan adalah sebuah “pembalasan” ato bahkan “tebusan” dari masa lalu. Mengapa “pembalasan”? Pernah dengar donk istilah barang siapa menabur benih akan menuai hasil dan barang siapa menabur angin akan menuai badai…? Mengapa pula “tebusan” ? Kehidupan adalah ibaratkan roda yg berputar. Kebahagiaan qta sekarang merupakan tebusan dari penderitaan qta di masa lalu, begitu juga sebaliknya.

Bukan so’ gaya’ banget ngomong soal ginian, bukan pula mau menggurui, tapi seandainya qta bisa merenungi sejenak… akui deh, baik “pembalasan” maupun “tebusan” ada benernya kan? Seandainya qta bisa berhenti untuk mengeluhkan atas apa yg menimpa qta, misal qta tidak bahagia alias menderita, timbang mencari kambing hitam dari permasalahan qta…coba deh qta mikir sejenak, mungkin aq menderita gini coz aq dulu juga sering bwat papa mamaq susah, aq sering bwat sodara’’q nangis, aq sering nyakitin teman’’q… ato bisa juga…Tak apalah sedikit merasa tak bahagia, mungkin sebelum ini aq sudah terlalu sering merasakan bahagia… Tapi ni ya, kalo masih juga merasa…koq kayaknya dari kecil sampe sekarang Tuhan ga pernah ngijinin aq bahagia, dikasih sedih mlulu, padahal sholatq ga pernah bolong, aq rajin puasa senin-kamis, aq rajin sedekah, aq rajin... . Tengok lagi deh ke belakang, selama ini pernah ga sih Tuhan kasih u penderitaan, misal mencabut nyawamu selama 5 menit, mengambil udara yg u hirup…pernah? Coba lebih u ingat lagi…apa yg bwat u sampei ga bahagia…misal u ga lolos ujian masuk di jurusan n kampus yg u pengen…Salah siapa? Salah Tuhan? Padahal begitu banyak pilihan, misal jurusan lain yg mungkin u lebih mampu, ato kampus lain yg mungkin bisa menerima u. Ato misal, u menderita karena memilih pasangan hidup yg salah, salah siapa? Salah Tuhan again? Padahal sebelumnya u masih diberi kesempatan untuk memilih, tp u sendiri yg memilihnya…

Percaya, apapun yang terjadi pada diri u sekarang, adalah Takdir yg u pilih sendiri. Hidup itu pilihan, bukan? Atau simple-nya…Apa yg terjadi atas u sekarang, maybe merupakan hal terbaik bwat u…

Sunday, August 26, 2007

Komitmen?!?!


Sering kali kita di hadapkan pada situasi yang menuntut kita untuk berkomitmen…

K.O.M.I.T.M.E.N ?!?!?

Saat berkomitmen, kita merasa bahwa kita mampu menjalaninya, namun seiring waktu berjalan, terkadang komitmen menjadi sesuatu yang sangat membebankan...

Bahkan terkadang memunculkan godaan untuk kita melanggarnya...

Saat kita memilih untuk menerima atau bekerja pada suatu perusahaan, saat itu kita harus memiliki komitmen, kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya, orang-orangnya, dan apapun pekerjaan yang diberikan pada kita juga mematuhi segala peraturan yang berlaku ditempat kita kerja. Itulah sebuah komitmen. Berat memang, harus membiasakan —mengharuskan bahkan— diri bergaul dengan semua orang yang tentunya tidak semuanya adalah menyenangkan.

Atau saat kita memutuskan untuk memulai hidup baru dengan seseorang dalam sebuah ikatan yang sakral —menurut saya, hubungan lawan jenis selain pernikahan, hanyalah sebuah janji, yang bisa or boleh ataupun tidak untuk ditepati— Tapi berbicara komitmen pada pernikahan, adalah sesuatu hal yang sangat essential. Why? Ya iyalah...kalo ngga’ mau berkomitmen ya ngga’ usah nikah aja. Salah satunya adalah dengan menerima semua perubahan pada pasangan kita dari sebelum menikah dengan setelah menikah. Perubahan yang tentunya masih dalam batas toleransi. Mencintai dan akan selalu bersama apapun yang terjadi —dalam artian, kalo kemaren dia kaya, jangan kita meninggalkannyasaat dia jatuh kere, ato saat dia berubah jelek padahal sebelumnya secakep Ahmad Dhani (mentang-mentang!!!)— Menikah berarti kita siap untuk berkomitmen dengan seseorang untuk menjalani hidup dengannya, itu intinya.

Aku pernah membaca sebuah buku dengan komentar dari salah seorang yang membacanya, kalo ngga’ salah dia bilang : ”Manakala komitmen membuat hidup kita tidak bahagia, apa iya kita mau tetep bertahan dengan komitmen itu? Kalau saya sih, akan mendahulukan kebahagiaan dan perasaan saya...” Begitu kira-kira koment-nya (nuhun pisan kalo ada yang salah).

Yup. That’s Rite!

Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk dilanggar tidaknya sebuah komitmen. Seperti yang aku contohkan di atas, komitmen pada pekerjaan dan perusahaan...kalo kita ngerasa presure banget sama kerjaan dan orang-orang di dalamnya, boleh donk kita langgar-langgar dikit...kalo ga ketauan ya gpp kalee...kalo udah ngga’ tahan banget ya udh resign aza (istilah dr temen aku nih!). Begitu juga dengan pernikahan, ada hal yang ngga’ patut untuk ditolerir, salah satunya perselingkuhan —kalo ngga’ ketauan mungkin gpp...hehehe— dan juga perbedaan prinsip ataupun pandangan tentang hidup dan bagaimana menjalaninya. Itu hal yang Urgent banget bagi aku. Why? Bolehlah sebagian orang bilang:”...beda itu indah”, ato ”perbeaan diantara kami ngga’ jadi masalah, justru saling melengkapi.” Hello?!?!? Iya kalo cuma beda dia suka ice cream rasa cokelat, kita strowberry...bisa saling icip2, ato dia suka tidur pake guling, sedang kita suka pake bantal, ato dia ngga’ suka pake selimut, sedang kita suka...bagus, jadi ngga’ rebutan khan? Nah kalo yang beda udah cara menjalani hidup misal...dia menganggap pertemanan adalah hal yang biasa aja, sedang kita adalah orang yang rela do everythin’ buat temen, ato dia adalah orang yang memilih menjalani hidup seperti air mengalir...sedang kita adalah future planner sejati —halah, istilah apalagi ini— apa iya masih bisa sejalan?

Well, sebenernya apa yang aku contohkan di atas adalah sebagian kecil dari sekian banyak komitmen yang ada atau bahkan pernah kita putuskan untuk melakukannya. Yang jelas, saat berkomitmen...kita juga harus siap dengan segala konsekwensinya. Dan ada hal-hal tertentu yang patut kita pertimbangkan saat sebuah komitmen siap untuk dilanggar.

Sekarang, untuk tetap bertahan dengan komitmen kita atau melanggarnya...itu adalah pilihan. Dan tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Friday, May 18, 2007

PERNIKAHAN

Bukan hal yang tabu kan di usia kita yang menginjak kepala dua ini >> apalagi aq yang udah 3 taon jalanin lemon-tea-nya merit<<>

PERNIKAHAN merupakan suatu ikatan yang sangat sakral

MENIKAH adalah sunnah Rasul, Nabi Muhammad SAW...yang harganya muahal banget...SETENGAH dien!!! >>iya ya, Ta?<<

PERNIKAHAN…ada yang bilang kalo bisa sih dilakukan sekali seumur hidup.

MENIKAH…harus dengan seseorang yang benar-benar tepat >>lagi-lagi!!<<

Selalu do’a yang sama...Semoga pernikahannya langgeng sampei kakek-nenek...>>kalo dah kakek-nenek berarti boleh pisah donk?!?!<<

Ato...buat yang moeslem...Semoga menjadi keluarga yang sakinah...mawadah dan warohmah...

Namun tak sedikit yang pesimis mengatakan : ”Beneran ta mereka ini saling cinta...beneran ta ini cinta sejati mereka...”>>Malang-an banget ya bahasanya!!

Woiiii...hari gini masih mikir cinta...dari hasil pengamatan kasat mata akyuuu...99 dari 100 orang yang menikah, bukan dengan cinta meraka...>>apa syihh cinta???<<

Bahkan ni ya, pernikahan udah di depan mata, padahal dia menikah dengan orang yang berstatus ”pacar”nya selama 2-3-4-5 tahun terakhir, eh masih sempet-sempetnya bilang, ”sebenernya selama ini aku cinta sama si Mr.X, gimana donk???” Secara...tanggal pernikahan dah ditentu’in, undangan dah disebar, catering dah dipesen, gedung dah diset...>>> n pada akhirnya pernikahan tetep terlaksana...

Ya itu tadi, balik ke modal merit ga cuman cinta...apa sih wujudnya cinta? Ga ada kan...so orang yang merit coz cinta itu berarti cuman modal dengkul...

MENIKAH ga cukup semua itu...menikah juga butuh fulus alias materi...

PERNIKAHAN juga butuh rasa saling pengertian dan penghargaan...saling menghargai maksudnya...

Jadi, ga usah mikir macem-macem deh...kalo emang dah mutusin buat menikah...ya udahlah buang semua yang merumitkan otak dan hatimu...ngutip kalimat seorang teman :”...kalo aku terus mencari yang terbaik, aku ga akan pernah merasa cukup, bisa jadi setelah aku mendapatkan yang lebih baik, aku akan mencari yang lebih baik dari yang lebih baik itu sendiri...dan ga akan pernah berhenti...sekarang, biarlah aku menganggap apa yang ku dapatkan dan kumiliki adalah yang terbaik untukku...”

Masalah cinta ato enggak, tepat ato enggak...itu cuma masalah hati dan waktu...kata pepatah jawa ”Waitin tresno jalaran soko kulino” >>bener ga sih tulisannya!?!?<”Waitin tresno jalaran ga’ ono sing liyo” yang artinya Suka karena gak ada yang lainnya... Yang terakhir sumpah aku seneng banget.

Tapi manakala PERNIKAHAN yang memang harus terjadi? Dipaksa ortu nikah dengan pilihan mereka misalnya? Ato karena memang ada sumthin’ yang mengharuskan?!?

Ga ada habisnya kayaknya kalo ngomongin ’buot PERNIKAHAN...

Tapi akankah PERNIKAHAN menjadi sesuatu yang sakral seperti harapan kebanyakan orang? Akankah PERNIKAHAN menjadi momentum akhir perjalanan ato tepatnya petualangan cinta kita?

Akankah dia yang kita nikahi ato akan kita nikahi adalah seseorang yang akan menemani kita menghabiskan sisa hidup kita????

Hanya Tuhan yang tahu... .


Seseorang yang Tepat...?!?!

Topik di atas itu salah satu kata bijak yang paling aku suka…

Saat beberapa teman datang membawa segala kesahnya dan menumpahkan padaku...sebagian besar dari mereka memiliki masalah yang hampir sama...di sakiti oleh pasangannya...Dan untuk kesekian kalinya ku katakan...

...Mungkin Tuhan menginginginkanmu bertemu dengan orang-orang yang salah, sebelum pada akhirnya kau dipertemukan dengan orang yang tepat...”

Puluhan atau bahkan terbilang ratusan aku mengatakannya. Dan entah dari mana dan sejak kapan aku mendengar/tau kalimat itu. Yang jelas aku suka banget.

Bahkan ada nih seorang ”sahabat”...>>>halah!!!<<<>”Aku beruntung banget, setiap pacaran gak pernah dengan orang yang salah.” Nah loh apa lagi ini...berarti tepat semua donk? Hahahahaha... . Kalo yang ku tangkep sih maksudnya ”gak pernah dengan orang yang salah”...semua yang jadi cewnya anak baik-baik.

Tapi sebenernya apa sih definisi seseorang yang tepat? Ada yang tau?

Seseorang yang tepat ?!?!?

Apa seseorang yang selalu ada untuk kita? setiap kita butuh ”sandaran”, pendukung, dia selalu ada.

Apa seseorang ang paling mengerti kita dan paham betul apa yang kita mau?

Apa seseorang yang tidak pernah sekalipun menyakiti kita? Bahkan enggan sekedar membuat kita kesal? >>garing donk<<

Apa seseorang yang senantiasa membuat kita tertawa lepas?

Apa seseorang yang ketika bersamanya kita merasa nyaman dan bebas menjadi diri kita sendiri?

Apa seseorang yang selalu sayin’ ”Aku cinta kamu, seorang!!!”

Apa seseorang yang senantiasa dengan setia menunggu kita dan selalu memaafkan kealphaan kita?

Ato yang lebih sakral...seseorang yang mampu memantabkan hati kita menuju pelaminan?

Menurut kamu? Aku aja yang udah merit 3 taon lebih masih belum paham apa dan siapa seseorang yang tepat itu... .

Apa suamiku adalah seseorang yang tepat buat aku? Gimana ngukur ketepatannyanya ya?


Wednesday, May 16, 2007

Love again...

Love again…

Sejak aq tau n mengenal satu kata yaitu “cinta”, sampei usiaq menginjak 23 tahun, cinta selalu jadi topik yang ga pernah basi buat diomongin. Secara cinta sekarang bukan lagi sebagai pelengkap bagi kehidupan, tapi cinta sudah berubah menjadi kebutuhan bagi setiap insan di muka bumi.

Cinta…

Aq yakin banget 999 dari 1000 orang di dunia ini pernah merasakan yang namanya cinta…cinta monyet, cinta terhadap lawan jenis, ataupun cinta yang sifatnya universal.

Cinta…apasih makna cinta ?

Berarti banget ya?

Apa tanpa cinta hidup qta akan lantas terhenti?

Apa tanpa cinta matahari ga' bersinar lagi?

Apa cinta memberi kebahagiaan?

Apa cinta mengajarkan rasa sakit?

Cinta...cinta...dan cinta... entah fenomena ato lebih tepatnya misteri kehidupan?


Halah...si Anis...kayak yang gape banget soal cinta...