Tuesday, February 26, 2013
Dedicated To My Boss
Tuesday, January 3, 2012
My New World
2 tahun yang cukup panjang dan melelahkan. Entah dimulai dari mana.
Di sini aku akan banyak cerita tentang dunia PNS yang sedang aku jalani sekarang. Yup. PNS, yang aku sangat anti dari awal. Bahkan sahabat baikku berkata : “Anak2 dari sekolah kita —SMU 10.red— ga cocok jadi PNS. Terlalu banyak waktu yang bakal terbuang sia-sia. Udah keluar aja.” Dan aku hanya bisa tersenyum simpul. Tak tau harus menimpali apa.
Da*n. Gelisah, Gamang dan entah apa lah namanya. Yang jelas aku sangat tidak nyaman dengan apa yang kurasakan.
To be continued…
Monday, January 2, 2012
RESOLUSI 2012
Monday, October 26, 2009
“Some people just go on living alone”

Wednesday, June 3, 2009
Kesetiaan
Kesetiaan yang menurut Vega –diperanin sama Marsha Timothy- adalah sesuatu yang ga bisa direncana’in, seperti cinta dan hidup. Iya, itu ada benernya. Karena terkadang kesetiaan harus terhalang oleh kesempatan untuk tidak menjadi setia. Rasa bosan, jenuh terhadap sesuatu, pasangan ato apapun, bisa menjadikan qta untuk tidak setia. Terkadang qta merasa seseorang membuat qta lebih nyaman dan memperlakukan qta jauh lebih baik dari pada pasangan qta. Hati qta ikut bicara. Semua hal kecil terasa menjadi besar. Semua hal yang biasa menjadi tak biasa. Semua tentang pasangan menjadi suatu masalah.

Entahlah, kesetiaan selalu terkait dengan 1 hal yaitu perselingkuhan. Dan buat aq...Menjadi setia adalah sebuah pilihan. Pilihan yang bisa untuk diusahakan.
Thursday, January 3, 2008
Learning From d’Past…
Seseorang pernah menanyakan tentang hal ini : “Seandainya elo bisa kembali ke masa lalu, dan elo bisa mengubah kejadian di masa lalu, hal apa yang elo pengen ubah? Tapi apa yg elo ubah itu ga bakal mengubah apa yg ada di elo sekarang.”
Sesaat aq sempat bingung. Entah apa yg ingin qubah…aq ingin mengubah untuk tidak menikah di usia muda. Tapi…tidak…kalau aq mengubah ini, mungkin tidak ada Adhit n Tya dalam hidupq. Mungkin aq tetap Anis yg childish, kolokan, mau menang sendiri/egois, brengsek, urakan, nakal...dan mungkin aq ga akan bisa lebih berpikir dalam bertindak, dan mungkin aq ga akan pernah tau, bahwa terdapat pernik lain dalam hidup… Urung qkatakan keinginanq padanya. Karena sekarang aq sudah cukup bahagia dengan hidup yg qjalani, walau terkadang ada hal’’ yang memberatkanq, yg membebaniq, yg membuatq menangis di malam’’q, namun semua itu sangat setimpal dengan kehadiran Adhit n Tya di hidupq.
Akhirnya aq menjawab : “Entahlah…mungkin sebaiknya aq ga pernah ketemu u. Kalo u apa?”
Sesaat dia terdiam, lalu : “Gw pengen pergi ke waktu dimana gw berpisah dengan seseorang dan gw mau bilang ke dia, ’eh goblok, diem aja elo di situ, jangan kemana’’, tunggu sampei gw dateng’ tapi udahlah semua udah lewat.”
…
Masa lalu tetaplah masa lalu. Aq pernah menjadi orang yg mendedikasikan hidup hanya untuk teman. Sampei hal paling ga’ realistis aq bakal laku’in demi teman. Kekecewaan. Yup, kekecewaan yg merupakan pangkal dari pengharapan. Dari sini aq belajar untuk menjadi seseorang yg lebih realistis dalam bertindak, lebih pake akal timbang rasa. Dan aq menemukan kebahagiaanq dengan cara ini.
Ada suatu masa di masa laluq…di mana aq belajar banyak hal. Mulai dari teman, sahabat, senang, sakit, kecewa, sayang, benci…Bahkan sampai sekarang, aq masih menjadikan masa itu sebagai masa paling amazing di hidupq. Keajaiban. Yup. Ada sebagian orang yg mengatakan “Kamu ga akan berkembang kalau terus terpaku pada masa lalu.” Jawabanq : “Biarin, emang kenapa kalo aq terus stag di satu masa itu. Qpikir mereka org’’ yg pantas menerima penghargaan di hidupq. Toh mereka org’’ yg menjadi inspirasi banyak hal di hidupq. Karena merekalah aq selalu ingin menjadi manusia yg lebih baik.”
…
Masa Lalu, Masa Sekarang, Masa Depan…bagiq ketiganya akan menciptakan hubungan kausalitas… Di mana apapun yg terjadi pada masa sekarang, masa depan adalah sebuah “pembalasan” ato bahkan “tebusan” dari masa lalu. Mengapa “pembalasan”? Pernah dengar donk istilah barang siapa menabur benih akan menuai hasil dan barang siapa menabur angin akan menuai badai…? Mengapa pula “tebusan” ? Kehidupan adalah ibaratkan roda yg berputar. Kebahagiaan qta sekarang merupakan tebusan dari penderitaan qta di masa lalu, begitu juga sebaliknya.
Bukan so’ gaya’ banget ngomong soal ginian, bukan pula mau menggurui, tapi seandainya qta bisa merenungi sejenak… akui deh, baik “pembalasan” maupun “tebusan” ada benernya kan? Seandainya qta bisa berhenti untuk mengeluhkan atas apa yg menimpa qta, misal qta tidak bahagia alias menderita, timbang mencari kambing hitam dari permasalahan qta…coba deh qta mikir sejenak, mungkin aq menderita gini coz aq dulu juga sering bwat papa mamaq susah, aq sering bwat sodara’’q nangis, aq sering nyakitin teman’’q… ato bisa juga…Tak apalah sedikit merasa tak bahagia, mungkin sebelum ini aq sudah terlalu sering merasakan bahagia… Tapi ni ya, kalo masih juga merasa…koq kayaknya dari kecil sampe sekarang Tuhan ga pernah ngijinin aq bahagia, dikasih sedih mlulu, padahal sholatq ga pernah bolong, aq rajin puasa senin-kamis, aq rajin sedekah, aq rajin... . Tengok lagi deh ke belakang, selama ini pernah ga sih Tuhan kasih u penderitaan, misal mencabut nyawamu selama 5 menit, mengambil udara yg u hirup…pernah? Coba lebih u ingat lagi…apa yg bwat u sampei ga bahagia…misal u ga lolos ujian masuk di jurusan n kampus yg u pengen…Salah siapa? Salah Tuhan? Padahal begitu banyak pilihan, misal jurusan lain yg mungkin u lebih mampu, ato kampus lain yg mungkin bisa menerima u. Ato misal, u menderita karena memilih pasangan hidup yg salah, salah siapa? Salah Tuhan again? Padahal sebelumnya u masih diberi kesempatan untuk memilih, tp u sendiri yg memilihnya…
Percaya, apapun yang terjadi pada diri u sekarang, adalah Takdir yg u pilih sendiri. Hidup itu pilihan, bukan? Atau simple-nya…Apa yg terjadi atas u sekarang, maybe merupakan hal terbaik bwat u…
Sunday, August 26, 2007
Komitmen?!?!

Sering kali kita di hadapkan pada situasi yang menuntut kita untuk berkomitmen…
K.O.M.I.T.M.E.N ?!?!?
Saat berkomitmen, kita merasa bahwa kita mampu menjalaninya, namun seiring waktu berjalan, terkadang komitmen menjadi sesuatu yang sangat membebankan...
Bahkan terkadang memunculkan godaan untuk kita melanggarnya...
Saat kita memilih untuk menerima atau bekerja pada suatu perusahaan, saat itu kita harus memiliki komitmen, kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungannya, orang-orangnya, dan apapun pekerjaan yang diberikan pada kita juga mematuhi segala peraturan yang berlaku ditempat kita kerja. Itulah sebuah komitmen. Berat memang, harus membiasakan —mengharuskan bahkan— diri bergaul dengan semua orang yang tentunya tidak semuanya adalah menyenangkan.
Atau saat kita memutuskan untuk memulai hidup baru dengan seseorang dalam sebuah ikatan yang sakral —menurut saya, hubungan lawan jenis selain pernikahan, hanyalah sebuah janji, yang bisa or boleh ataupun tidak untuk ditepati— Tapi berbicara komitmen pada pernikahan, adalah sesuatu hal yang sangat essential. Why? Ya iyalah...kalo ngga’ mau berkomitmen ya ngga’ usah nikah aja. Salah satunya adalah dengan menerima semua perubahan pada pasangan kita dari sebelum menikah dengan setelah menikah. Perubahan yang tentunya masih dalam batas toleransi. Mencintai dan akan selalu bersama apapun yang terjadi —dalam artian, kalo kemaren dia kaya, jangan kita meninggalkannyasaat dia jatuh kere, ato saat dia berubah jelek padahal sebelumnya secakep Ahmad Dhani (mentang-mentang!!!)— Menikah berarti kita siap untuk berkomitmen dengan seseorang untuk menjalani hidup dengannya, itu intinya.
Aku pernah membaca sebuah buku dengan komentar dari salah seorang yang membacanya, kalo ngga’ salah dia bilang : ”Manakala komitmen membuat hidup kita tidak bahagia, apa iya kita mau tetep bertahan dengan komitmen itu? Kalau saya sih, akan mendahulukan kebahagiaan dan perasaan saya...” Begitu kira-kira koment-nya (nuhun pisan kalo ada yang salah).
Yup. That’s Rite!
Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan untuk dilanggar tidaknya sebuah komitmen. Seperti yang aku contohkan di atas, komitmen pada pekerjaan dan perusahaan...kalo kita ngerasa presure banget sama kerjaan dan orang-orang di dalamnya, boleh donk kita langgar-langgar dikit...kalo ga ketauan ya gpp kalee...kalo udah ngga’ tahan banget ya udh resign aza (istilah dr temen aku nih!). Begitu juga dengan pernikahan, ada hal yang ngga’ patut untuk ditolerir, salah satunya perselingkuhan —kalo ngga’ ketauan mungkin gpp...hehehe— dan juga perbedaan prinsip ataupun pandangan tentang hidup dan bagaimana menjalaninya. Itu hal yang Urgent banget bagi aku. Why? Bolehlah sebagian orang bilang:”...beda itu indah”, ato ”perbeaan diantara kami ngga’ jadi masalah, justru saling melengkapi.” Hello?!?!? Iya kalo cuma beda dia suka ice cream rasa cokelat, kita strowberry...bisa saling icip2, ato dia suka tidur pake guling, sedang kita suka pake bantal, ato dia ngga’ suka pake selimut, sedang kita suka...bagus, jadi ngga’ rebutan khan? Nah kalo yang beda udah cara menjalani hidup misal...dia menganggap pertemanan adalah hal yang biasa aja, sedang kita adalah orang yang rela do everythin’ buat temen, ato dia adalah orang yang memilih menjalani hidup seperti air mengalir...sedang kita adalah future planner sejati —halah, istilah apalagi ini— apa iya masih bisa sejalan?
Sekarang, untuk tetap bertahan dengan komitmen kita atau melanggarnya...itu adalah pilihan. Dan tergantung bagaimana kita menyikapinya.
Friday, May 18, 2007
PERNIKAHAN
Bukan hal yang tabu kan di usia kita yang menginjak kepala dua ini >> apalagi aq yang udah 3 taon jalanin lemon-tea-nya merit<<>
PERNIKAHAN merupakan suatu ikatan yang sangat sakral
MENIKAH adalah sunnah Rasul, Nabi Muhammad SAW...yang harganya muahal banget...SETENGAH dien!!! >>iya ya, Ta?<<
PERNIKAHAN…ada yang bilang kalo bisa sih dilakukan sekali seumur hidup.
MENIKAH…harus dengan seseorang yang benar-benar tepat >>lagi-lagi!!<<
Selalu do’a yang sama...Semoga pernikahannya langgeng sampei kakek-nenek...>>kalo dah kakek-nenek berarti boleh pisah donk?!?!<<
Ato...buat yang moeslem...Semoga menjadi keluarga yang sakinah...mawadah dan warohmah...
Namun tak sedikit yang pesimis mengatakan : ”Beneran ta mereka ini saling cinta...beneran ta ini cinta sejati mereka...”>>Malang-an banget ya bahasanya!!
Woiiii...hari gini masih mikir cinta...dari hasil pengamatan kasat mata akyuuu...99 dari 100 orang yang menikah, bukan dengan cinta meraka...>>apa syihh cinta???<<
Bahkan ni ya, pernikahan udah di depan mata, padahal dia menikah dengan orang yang berstatus ”pacar”nya selama 2-3-4-5 tahun terakhir, eh masih sempet-sempetnya bilang, ”sebenernya selama ini aku cinta sama si Mr.X, gimana donk???” Secara...tanggal pernikahan dah ditentu’in, undangan dah disebar, catering dah dipesen, gedung dah diset...>>> n pada akhirnya pernikahan tetep terlaksana...
Ya itu tadi, balik ke modal merit ga cuman cinta...apa sih wujudnya cinta? Ga ada kan...so orang yang merit coz cinta itu berarti cuman modal dengkul...
MENIKAH ga cukup semua itu...menikah juga butuh fulus alias materi...
PERNIKAHAN juga butuh rasa saling pengertian dan penghargaan...saling menghargai maksudnya...
Jadi, ga usah mikir macem-macem deh...kalo emang dah mutusin buat menikah...ya udahlah buang semua yang merumitkan otak dan hatimu...ngutip kalimat seorang teman :”...kalo aku terus mencari yang terbaik, aku ga akan pernah merasa cukup, bisa jadi setelah aku mendapatkan yang lebih baik, aku akan mencari yang lebih baik dari yang lebih baik itu sendiri...dan ga akan pernah berhenti...sekarang, biarlah aku menganggap apa yang ku dapatkan dan kumiliki adalah yang terbaik untukku...”
Masalah cinta ato enggak, tepat ato enggak...itu cuma masalah hati dan waktu...kata pepatah jawa ”Waitin tresno jalaran soko kulino” >>bener ga sih tulisannya!?!?<
Tapi manakala PERNIKAHAN yang memang harus terjadi? Dipaksa ortu nikah dengan pilihan mereka misalnya? Ato karena memang ada sumthin’ yang mengharuskan?!?
Ga ada habisnya kayaknya kalo ngomongin ’buot PERNIKAHAN...
Tapi akankah PERNIKAHAN menjadi sesuatu yang sakral seperti harapan kebanyakan orang? Akankah PERNIKAHAN menjadi momentum akhir perjalanan ato tepatnya petualangan cinta kita?
Akankah dia yang kita nikahi ato akan kita nikahi adalah seseorang yang akan menemani kita menghabiskan sisa hidup kita????
Hanya Tuhan yang tahu... .
Seseorang yang Tepat...?!?!
Topik di atas itu salah satu kata bijak yang paling aku suka…
Saat beberapa teman datang membawa segala kesahnya dan menumpahkan padaku...sebagian besar dari mereka memiliki masalah yang hampir sama...di sakiti oleh pasangannya...Dan untuk kesekian kalinya ku katakan...
”...Mungkin Tuhan menginginginkanmu bertemu dengan orang-orang yang salah, sebelum pada akhirnya kau dipertemukan dengan orang yang tepat...”
Puluhan atau bahkan terbilang ratusan aku mengatakannya. Dan entah dari mana dan sejak kapan aku mendengar/tau kalimat itu. Yang jelas aku suka banget.
Bahkan ada nih seorang ”sahabat”...>>>halah!!!<<<>”Aku beruntung banget, setiap pacaran gak pernah dengan orang yang salah.” Nah loh apa lagi ini...berarti tepat semua donk? Hahahahaha... . Kalo yang ku tangkep sih maksudnya ”gak pernah dengan orang yang salah”...semua yang jadi cewnya anak baik-baik.
Tapi sebenernya apa sih definisi seseorang yang tepat? Ada yang tau?
Seseorang yang tepat ?!?!?
Apa seseorang yang selalu ada untuk kita? setiap kita butuh ”sandaran”, pendukung, dia selalu ada.
Apa seseorang ang paling mengerti kita dan paham betul apa yang kita mau?
Apa seseorang yang tidak pernah sekalipun menyakiti kita? Bahkan enggan sekedar membuat kita kesal? >>garing donk<<
Apa seseorang yang senantiasa membuat kita tertawa lepas?
Apa seseorang yang ketika bersamanya kita merasa nyaman dan bebas menjadi diri kita sendiri?
Apa seseorang yang selalu sayin’ ”Aku cinta kamu, seorang!!!”
Apa seseorang yang senantiasa dengan setia menunggu kita dan selalu memaafkan kealphaan kita?
Ato yang lebih sakral...seseorang yang mampu memantabkan hati kita menuju pelaminan?
Menurut kamu? Aku aja yang udah merit 3 taon lebih masih belum paham apa dan siapa seseorang yang tepat itu... .
Apa suamiku adalah seseorang yang tepat buat aku? Gimana ngukur ketepatannyanya ya?
Wednesday, May 16, 2007
Love again...
Love again…
Sejak aq tau n mengenal satu kata yaitu “cinta”, sampei usiaq menginjak 23 tahun, cinta selalu jadi topik yang ga pernah basi buat diomongin. Secara cinta sekarang bukan lagi sebagai pelengkap bagi kehidupan, tapi cinta sudah berubah menjadi kebutuhan bagi setiap insan di muka bumi.
Cinta…
Aq yakin banget 999 dari 1000 orang di dunia ini pernah merasakan yang namanya cinta…cinta monyet, cinta terhadap lawan jenis, ataupun cinta yang sifatnya universal.
Cinta…apasih makna cinta ?
Berarti banget ya?
Apa tanpa cinta hidup qta akan lantas terhenti?
Apa tanpa cinta matahari ga' bersinar lagi?
Apa cinta memberi kebahagiaan?
Apa cinta mengajarkan rasa sakit?
Cinta...cinta...dan cinta... entah fenomena ato lebih tepatnya misteri kehidupan?
Halah...si Anis...kayak yang gape banget soal cinta...



