Friday, August 18, 2017

BERSAMAMU – VIERRA

Memandang wajahmu cerah
Membuatku tersenyum senang
Indah dunia
Tentu saja kita pernah mengalami perbedaan
Kita lalui
Tapi aku merasa
Jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi s'lamanya

Reff :
u kan setia menjagamu
Bersama dirimu dirimu
Sampai nanti akan s'lalu
Bersama dirimu
Saat bersamamu kasih
Ku merasa bahagia dalam pelukmu
Tapi aku merasa jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi s'lamanya

Back to Reff
Seperti yang kau katakan
Kau akan selalu ada (Kau akan selalu ada)
Menjaga memeluk diriku dengan cintamu
Dengan cintamu

Back to Reff
Saat bersamamu kasih
Ku merasa bahagia dalam pelukmu

Dia... dia yang sekarang di sampingku. Dia adalah orang yang sama, yang pernah mengirimkan lagu ini 7 tahun lalu. 3 tahun kebersamaan yang carut-marut. Hubungan yang penuh dengan air mata. Egoisku, emosi yang tidak stabil, dan semua hal yang membuat hubungan kami sangat tidak baik.

Sampai akhirnya 13 Oktober 2014, kami memutuskan untuk menikah. Sesuatu uang tidak mudah bagi aku dan dia. Dan alhamdulillah sampai hari ini, dia tetap bersamamu, seperti lagu ini. Lagu yang dia kirim di awal ‘pertemuan’ kami.

Iya, dia LELAKI SEJATI yang sudah memenuhi janjinya untukku.
Aku tidak ingin membicarakan esok, karena aku tidak ingin mendahuluoi Tuhan. Yang aku tahu, sampai hari ini Dia masih bersamaku.

ADITYA NOVA

Teruslah bersamaku.



Sunday, November 24, 2013

Cara Tuhan Mencintai


Ini adalah sebuah email yang saya tulis di milis komunitas yang saya sangat cintai, tanggal 15 Oktober 2013

Dear...
Lama ga menyapa
Smoga semua dalam keadaan sehat wal afiat
Met idul adha bagi yang merayakan

Menyapa dari salah 1 RS di Samarinda
Blm 1 bln Adhit sang ka2 mengalami kcelakaan kcil, menubruk dumptruck yang sedang parkir karna keasyikan mengejar layangan.
Dan kemarin AnanAnantya sang adik mengalami kecelakaan, terkena pintu mobil antar jemput yang tidak sengaja ditutup oleh temannya sewaktu mau turun di sekolah.
Bagian kepala belakang telinga mengalami luka yang cukup parah membentuk V lebih dr 5 cm dan dalam. Harus di CT SCAN. Sempat beradu mulut dengan petugas RS Pemerintah yang akhirnya saya minta dirujuk ke RS Swasta. Alhamdulillah sudah tertangani dengan baik.

Hasil CT SCAN menurut dr Sp. Saraf ada sedikit pendarahan di lubang udara entah saya kurang paham Tapi nanti akan hilang dengan sendirinya.
Tadi malam masuk R. Operasi untuk perbaikan jaitan dari RS sebelumnya yang lebih mirip jaitan karung rusak astagfirullah biar Allah yang membalas pelayanan mereka
Dan sampai pagi dia terbangun sebentar2 karena efek anastesi.
Alhamdulillah tadi pagi sudah sadar dan makan habis 1 piring dengan lahap.

Awalnya saya sempat marah mau menuntut anak yang membuat anak saya celaka. Ibu saya menenangkan : itu tidak sengaja.
Kalau semua tidak sengaja bisa diabaikan, maka Dul nya Dhani tidak perlu menjalani proses hukum.

Ayah lg di Surabaya langsung menelpon ketua yayasan, kepala sekolah, dan gurunya. Menegur mereka dengan sangat keras atas perilaku siswa-siswanya yang memang sudah sering merugikan anak-anak kami. Tapi ketika bertemu ustadzah-nya AnanAnantya, hati saya luluh. Dan akhirnya saya meminta pihak sekolah untuk tidak memarahi anak yang tidak sengaja membuat Anantya sakit. Tapi cukup dia dan ortunya mengetahui.

Teman-teman dan saudara yang datang semua menegur : ini teguran buat bundanya untuk tidak terlalu sibuk dan lebih banyak dengan anak-anak. 
Jlebbb... Ingin rasanya marah : saya ini single parents yang memiliki effort lebih besar untuk mencari nafkah.

Tapi kembali lagi, untuk siapa saya mencari uang. Kenapa saya sampai lalai atas anak-anak.
Betapa indah cara Tuhan mencintai dan menegur saya. Mungkin saya harus lebih berpikir untuk lebih banyak bersama keluarga, mengurangi dinas dan membatasi jam kerja saya yang sering overtime.

Saya merayakan idul adha di sebuah RS Kristen dengan pelayanan yang luar biasa penuh cinta juga teman 1 kamar yang mendoakan anaknya dan anak saya dengan cara agamanya.

Indahnya perbedaan adalah ketika kita bisa menerima perbedaan itu.

Salam sayang, mohon doa untuk anak saya.
Anis

Tuesday, February 26, 2013

Dedicated To My Boss


34 bulan atau 2 tahun 10 bulan saya bergabung dengan instansi ini. Dan selama 34 bulan, hari ini adalah hari yang sangat menyedihkan bagi saya. Egois sebenarnya, karena saya bersedih atas apa yang sudah lama dinantikan oleh atasan saya. Pelantikan beliau sekaligus rolling satuan kerja dari Kalimantan Timur ke Yogyakarta. 17 bulan bukan waktu yang lama walau juga tidak bisa dikatakan sebentar. Banyak hal yang bersama-sama kami lewati, banyak falsafah kehidupan yang entah sadar atau tidak beliau tanamkan pada saya. Kepanikan ketika ada penyidik yang dating tiba-tiba, atau ada permintaan laporan dadakan dari kantor pusat. Semua hal kami lewati bersama. Kekesalan demi kekesalan yang cukup menguras emosi saya pada beliau. Juga tawa demi tawa yang terkadang karena hal bodoh, kabar bodoh dan orang-orang bodoh (Ups... ini hanya istilah dari saya).
Satu kalimat beliau yang saya ingat : “Tidak ada yang namanya ketulusan di BP* ini.” Tapi sadarkah bapak, bahwa bapak telah menunjukkan ketulusan itu pada saya? pada kami bawahan bapak? Ketulusan dalam bekerja, ketulusan dalam melayani pengaduan demi pengaduan. Sikap dan perhatian bapak pada kami bawahan bapak, sudah menunjukkan, bahwa BP* ini masih memiliki seorang yang tulus, yaitu bapak.
Bapak mengajarkan bagaimana kerja yang ibadah. Bapak yang (mengutip istilah Pak Kabag TU) ‘lari terbirit-birit setiap adzan berkumandang’. Bapak yang juga mengajarkan bahwa bekerja bukan melulu soal uang. Bapak juga yang pernah bilang, tidak perlu takut pada atasan, bukan atasan yang menggaji kita. Intinya dedikasi dan loyalitas adalah pada instansi, institusi dan lembaga. Bukan pada atasan.
Hal terlucu dari atasan saya ini adalah beliau sangat pelupa. Dan pada akhirnya menular pada saya (maap, pak!). Dalam 1 bulan mungkin ada 1 lusin bolpoint yang dihilangkan. Kami sering sekali panik 1 ruangan mencari berkas yang hilang. Awalnya mengesalkan. Tapi lama-lama saya jadi terbiasa. Hehehe
Sebagai laki-laki, bapak adalah laki-laki yang menjaga kehormatannya. Pernah kami harus berada dalam 1 ruangan berdua. Dan tiba-tiba beliau menegur : “Anis, kamu pergi main kemana gitu. Ga enak kita berdua disini. Ga semua orang pikirannya sama, pasti ada nanti yang berpikir macam-macam, padahal kita ga ngapa-ngapain.”
Dan bapak adalah suami idaman untuk setiap wanita. Ketika di suatu acara yang mengharuskan para istri datang, saya bertanya : “mana ibu (maksutnya istri atasan saya), pak?”, dan setengah takjub mendengar jawaban beliau : “ada di sana, cari aja yang paling cantik. Itu istri saya.” God, pasti ibu bangga mendengarnya
Istri atasan saya adalah wanita kalem dan sederhana yang senyumannya meneduhkan hati. Dan saya selalu tenang tiap bertemu dan berbicara pada istri atasan saya ini. Dan mereka seperti dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Ibu yang begitu bapak yang begini (LOHHH?!?!?).
Juga seorang Ayah yang paling diimpikan. Saya mau bertukar tempat untuk memiliki ayah seperti atasan saya ini. Pernah suatu hari karena saya ‘sesak’ oleh sesuatu hal (yang ga perlu diceritakan disini), entah mengapa saya menulis sms dan bercerita pada beliau. Dan setelahnya saya lega. Bagi saya beliau adalah seorang “Ayah” yang saya tidak miliki lagi.
Yang jelas, saya sangat bersyukur, karir saya diawali sebagai bawahan orang baik seperti atasan saya ini. Beliau adalah guru yang insya Allah saya jadikan acuan saya dalam bekerja.
Hal-hal kecil ini akan sangat saya rindukan :
“Nis!”
“Nis, buatkan SPPD saya”
“Nis, reschedule-kan tiket saya”
“Lha kamu naruhnya dimana?” dengan logat khas beliau
“Apa iya?”dengan logat khas beliau
“Sudah, kamu kerjakan lagi saja”dengan logat khas beliau
“Bisa kamu belikan saya ...”dengan logat khas beliau
Dan belum-belum... saya sudah mewek duluan.
Selamat menunaikan kerja yang ibadah di tempat yang baru ya, pak. Semoga amanah dan berkah.
Selamat berkumpul dengan keluarga. Semoga kebahagiaan dan keberkahan selalu menyertai bapak sekeluarga.
Dedicated to Bapak MUHAMAD FADHIL dan Keluarga.

*Ruangan Kabid yang saya acak-acak, 27 Februari 2013

Tuesday, January 29, 2013

Coretan di Sela Hujan


Aku bisa menjadi sangat SETIA,
Dalam penantian tak berujung.
Aku rela mengIBA cinta,
Menukar malu yang kupunya.
Aku mencintaimu, mungkin tanpa alasan yang bisa kujawab,
Tapi, aku mencintaimu bukan tanpa syarat.


Aku bisa setegar karang menantang ombak,
Aku bisa senyalang mentari menantang senja.

Tapi...
Aku juga bisa serapuh bunga kapuk dihelaian angin...
Aku juga bisa luruh bagai embun menjejak dedaunan...

Ada kala aku mulai bosan,
Ketika penantianku tak jua terkuatkan.
Ada kala aku mulai letih,
Manakala aku dipersalahkan.
Ada kala tangisku memecah kerinduanku di pekat malam,
Kerinduan akan Kekasihku.

Mungkin...
Semua tak cukup hanya atas nama CINTA...
Mungkin...
Jalan kita memang harus berbeda...
Sekuat apapun aku mengusahakan,
Namun TAKDIR sedang tak ingin memihakku.

By. Anis

*Kamar KostQ, 28 Des 2010, 07.22 pm. Mencoba melepaskan yg mungkin bukan takdirku.
**  Pic from www.nurulharnanikasmari.blogspot.com

Monday, March 12, 2012

My Oxygen, J.A.K.A.R.T.A.


Oksigen, seseorang sering mengejekku demikian. Tentang Jakarta dan kecintaanku pada Jakarta.
Dulu aku slalu bilang : “Jakarta itu hanya kota untuk didatangi, bukan ditinggali” Daaaannn… aku harus menelan kata-kataku sendiri. Now, I really fallin’ Love with Jakarta.
Banyak alasan kenapa aku cinta Jakarta :
1.    Like I ever said, KE-APATIS-AN-nya. Cuma diJakarta aku bisa jd diriku sendiri tanpa takut ini itu. Dan cuma Jakarta yang membiarkan aku melakukan apapun yang kumau.
Aku belajar banyak hal disini. Aq mengenal banyak orang disini. Yang akhirnya mereka menjadi bagian dari hidupku.
2.   Jakarta ga punya jam tidur. I love it. Aku bisa keluar jam 2am, nongkrong di KFC smpai hampir pagi. Hahaha… Dan tentu saja, itu ga bisa kulakuin selama aku masih di Borneo —yang sedang berusaha kucintai—
3.   Mungkin banyak yang bilang di Jakarta semua hal serba palsu. Tapi aku justru menikmatinya. Aku bisa menjadi mungkin satu-satunya yang ga palsu kalo begitu.
4.   Dan untuk menutup ceritaku yang entah akan kusambung lain waktu, Aku ke Jakarta untuk sebuah alasan. Mengejar cintaku. Walau akhirnya harus kandas. Heee… Too romantic ato entah tolol. Aku meninggalkan anak-anakku dan piciknya dengan alasan untuk sebuah pekerjaan —dan memang aq benar-benar bekerja— Tapi, aku tidak menyesali semua. Smua murni keputusanku. Kalo pada akhirnya kami tidak bersama yaaa itu memang kehendak-Nya. Yang pasti, aku sudah melakukan yang terbaik yang aku bisa untuk mendapatkan cintaku.

Weeewww… jadi sinetron gini yakkk… Satu hal yang aku tau pasti, terkadang kita tidak selalu harus mendapatkan apa yang kita inginkan. Dan bisa saja sesuatu itu menjadi jauh lebih indah saat kita tidak lagi memilikinya. 

Tuesday, January 3, 2012

My New World


Tak pernah ada kata terlambat untuk memulai. Termasuk saat aku memutuskan untuk menulis ini.
2 tahun yang cukup panjang dan melelahkan. Entah dimulai dari mana.
1st : Single Fighter
Perjuangan panjang dan melelahkan, sejak Agustus 2003 akhirnya dengan ikhlas harus kusudahi. Perkawinan yang dengan penuh pengorbanan, akhirnya selesai dalam 3x ketokan palu hakim. 11 Mei 2010. Aku resmi menyandang status baruku sebagai Single Mom. Yup, lega pastinya. Walau ada sesuatu yang harus dengan paksa untuk ku lepaskan. Tapi biarlah. Awalnya bukan hal mudah memulai hidup dengan status baru ini. Bahkan keluargaku pun masih belum bisa percaya dan terkadang malu rasanya untuk sekedar mengatakan aku sudah “janda”. Masyarakat punya stigma sendiri mengenai status “janda” tapi ya sudahlah. Hidup adalah takdir yangkita pilih sendiri. Dan sejauh ini, aku bisa menjalani semua dengan sangat baik. Bismillah, semoga semua hal tentang anak-anakku dimudahkan Tuhan. Aamiin.
2nd : PNS BPN RI
Pontang-panting dan jatuh bangunku mencari pekerjaan akhirnya beroleh hasil. Dari sekian tes yang ku ikuti, akhirnya aku lolos dan diamanahkan oleh Allah SWT untuk di sini, BPN RI. Alhamdulillah.
Di sini aku akan banyak cerita tentang dunia PNS yang sedang aku jalani sekarang. Yup. PNS, yang aku sangat anti dari awal. Bahkan sahabat baikku berkata : “Anak2 dari sekolah kita —SMU 10.red— ga cocok jadi PNS. Terlalu banyak waktu yang bakal terbuang sia-sia. Udah keluar aja.” Dan aku hanya bisa tersenyum simpul. Tak tau harus menimpali apa.
Masa CPNS-ku kulewatkan di Jakarta, yang dalam 1 tahunku di sana, mampu membuatku sangat ‘jatuh hati’. Yup, aku sangat cinta Jakarta. Gila mungkin menurut sebagian orang yang mulai bosan dengan kericuhan, kemacetan Jakarta. Tapi ada sisi lain yang kunikmati dari Jakarta. “KEAPATISAN” Jakarta. Yang cukup tau bagaimana berjuang untuk hidupnya sendiri tanpa peduli apalagi ikut campur dengan urusan orang lain.
(Tentang kisahku di Jakarta akan ku tulis di kesempatan lain).
1 tahun, bukan waktu yang bisa dikatakan singkat atau tidak juga divonis lama. Dan 1 tahun hanya memberikan sedikit catatan kecil tentang instansi tempat aku bernaungi ini. Sistemnya, orang-orang di dalamnya. Dan aku, bolehlah sedikit meninggi, hanya setitik susu dalam sebelanga nila. Hayhay… entah apaaa…
Hujatan, cibiran, perdebatan selalu berkecambuk di kepalaku. Betapa oh betapa instansiku —yang mungkin tidak beda jauh dengan instansi pemerintah kebanyakan— dan banyak cerita yang untuk sekarang cukup ‘kusimak’ saja.
Mei 2011. Aku ditempatkan di daerah asalku, Kalimantan Timur. Sebenarnya agak sedikit kecewa. Karena aku harus mengalahkan egoku, dan melepaskan tiket yang bisa mengantarku tetap berada di Jakarta —Kota Kecintaanku—
Aku tidak ‘pulang’ sendiri. Aku bersama 6 orang temanku. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, juga sifat yang berbeda-beda tentunya. Tapi, sekarang… Mereka adalah Saudaraku di BPN RI ini.
Semakin dan semakin aku masuk ke dalam. Semakin banyak yang meronta2 di diriku. Yang menohok nuraniku. Yang mengusik idealisku. Yang dan seribu yang…
Setiap cerita yang kualirkan pada kakakku RF dan akhirnya : “Sedikit kau tak usah gunakan nuranimu. Dan kamu tau? lama kelamaan terkikis, sampai akhirnya tak bersisa lagi.”
Da*n. Gelisah, Gamang dan entah apa lah namanya. Yang jelas aku sangat tidak nyaman dengan apa yang kurasakan.
Terngiang di telingaku, sebuah statement —yang aku ingat siapa yang melontarkan— “Ketika kamu masih makan dari BPN, jangan pernah menghujat BPN.” Dan aku sangat setuju dengan statement itu. Aku merenungi, “…tidak ada yang salah dengan instansiku, yang memperburuknya adalah orang-orang BPN itu sendiri. Aku ingin mengubah semua. Tapi tanganku terlalu kecil. dan guruku pernah bilang : ‘jangan pernah bermimpi mengubah dunia menjadi lebih baik, kalo kamu sendiri tidak melakukan yang terbaik.’… Seandainya praktik percaloan tidak ada, tidak ada istilah NKK —Nolong Konco-konco— dalam perekrutan dan jabatan. Seandainya dimulai saja dari hal kecil itu… Ahhh… terlalu muluk aku berangan. Aku juga belum bisa disebut pegawai yang baik. Yang terkadang fisikku ga kuat menembus hujan di pagi hari. Yang terkadang aku masih terbujuk untuk sekedar kongkow bareng temen dan segudang yang lainnya. Mungkin ga terlalu muluk kalo aku berharap, saat ada sebersit idealisku yang masih bersisa, aku ingin melakukan yang terbaik untuk instansiku, ato paling tidak, pencitraan terhadap pekerjaanku —cukup tentang aku saja—
Oiya, sekarang aku diamanahkan di Bidang V : Pengkajian dan Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Kanwil BPN Prov Kalimantan Timur. Alhamdulillah memiliki atasan yang bisa menjadi teladan untukku. Alhamdulillah karirku diawali di bidang yang akan banyak ‘beramal’ untuk instansiku. Aamiin.

To be continued…

Monday, January 2, 2012

RESOLUSI 2012


Lama buangeeeddd… ga nge-blog. Pengen posting Resolusi 2012. Biar gaya aja. Boleh deh di bilang ikut2an. Hehehe…
ü Keluarga & Malaikat2 kecil-Q (Must be priority) : Pengen ngabisin waktu lebih banyak bareng Adhit-Tya. Aq pengen, dalam waktu dekat bisa memboyong anak2q bwat skul n tinggal di Samarinda. Nih sedang dipersiapkan. Mandiri bow ceritanya. Pengen bs bayarin nyokap n nenek aq pergi haji. Aamiin.
ü Karir n Kerjaan : Aq ditempatin di bidang yg jauh dr kompetensi aq. Jadi musti lebih banyak belajar. Biar ga dibilang ‘bego’. Meluangkan waktu lebih banyak u/ membaca peraturan-peraturan tentang pertanahan. Makanya pengen banget punya tablet (Samsung G-tab siiihhh… ada yg mau donor gaaaa?!?!?!?) Alhamdulillah boss aq baek bgt n Insya Allah orang ‘lurus’ lah. Pengen bs mengikuti jejak beliau. Tetep istiqomah, dan tidak memupuskan nurani-q.
ü Oiya, aq mulai oriflame-an lagi. Masih tetep lah di jaringan mb ILNAyuti Sari. Semoga bisa sukses di sini www.simplebiznet.com/?id=anisoriflame . Aamiin.
ü Pendidikan : Harus bisa sekolah lagi. Insya Allah tahun ini deh klo ga ada halangan. Aamiin.
ü Percintaan : Bahhh… alay lebay dah.., Berserah diri saja. Ga pake target.

Satu lagi, 2012 : NO MORE TEARS. Aamiin.


Monday, October 26, 2009

“Some people just go on living alone”


Bukan sebuah tajuk atau apa. Sebuah kalimat yang qkutip dari status facebook seorang teman. Mungkin bagi sebagian orang, hidup sendiri sangat menyenangkan, tanpa beban, tanpa perlu berbagi dengan siapapun, dan at least everything gonna be rite. Aq banyak menyaksikan, orang2 di sekitarq yang pada akhirnya memilih untuk hidup sendiri atau melajang untuk seumur hidup. Well, secara finansial mereka sangat mapan, karir yang menjanjikan, dan fasilitas hidup yang hampir semua dimilikinya. Tapi, kebanyakan dari mereka justru menjadi pribadi yg menurutq “freak”, beda dari kebanyakan orang, serta emotion control yang ga bisa dibilang bagus.
Aq sempat memberikan sebuah komentar, “Banyak orang ga bisa hidup sendiri. Bukan, bukan karena dia tidak bisa melakukan segala sesuatunya sendiri ataupun bergantung pada orang lain..tapi just need people to share our life”
Entah kenapa seperti mendapat kepuasan tersendiri, memberikan sanggahan yang pada kenyataannya aq prefer to be alone.. Hehehe.. Kenapa? Jawaban kerennya sih “Aq terlalu tangguh untuk menjalani segala sesuatunya berdua” walopun yang sebenernya, aq udah ‘emoh’ sama yang namanya sakit dan ditinggalkan. Dua konsekuensi yang harus siap ditanggung oleh seseorang ketika dia memutuskan untuk membagi kehidupannya dengan orang lain.
Bwatq, menjadi sendiri atau berdua hanya sekedar masalah pilihan. Like me now... just let it flow. Menjalani saja kemana Sang Pemberi Hidup menciptakan lakonnya. Aq hanya pemain yang siap memainkan segala macam peran.. Apapun itu.



or

He Loves Me, He Loves Me Not


Entah apa kaitannya topik di atas, dengan apa yang akan aq tulis ini. Aq cuma pengen aja ngasih judul itu di tulisan ini.
Aq ga pernah percaya dengan apa yang namanya Soulmate. S.O.U.L.M.A.T.E. Yup. Bahkan aq pernah membaca tulisan “Everyone for every single” Bahwa ada seseorang yang entah di belahan dunia sebelah mana, telah disiapkan untuk qta. Yang ketika qta bertemu dengannya, jantung qta akan berdetak lebih kencang, darah qta akan mengalir lebih deras, dan akan ada suara2 yang mengiri kehadirannya. Bwatq segala sesuatu bisa menjadi milik qta, tergantung bagaimana qta mengusahakannya. Terkesan sombong memang. Tapi segala sesuatu itu tetaplah atas seijin-Nya.
Belakangan, aq memiliki seorang “teman” spesial. Yang kehadirannya sangat menyita perhatianq, mencuri waktuq, dan mulai mengaburkan logikaq.. Aq mencintainya. Begitu qsimpulkan. Tapi, aq mendapatkannya bukan dengan tanpa usaha lho ya... Tapi ga juga pake jampi2 segala. Aq mengerahkan seluruh kosa kata yang qmiliki, aq curahkan sebagian hidupq bwat dia dan bahkan segala ‘teknik’ bercintaq, mulai ala Kahlil Gibran sampai Retni SB (lho?!?!?!). Hehehe... Dan akhirnya aq memilikinya... Aq begitu yakin dia untukq, yang terakhir dan untuk selamanya.
Sampai... suatu waktu, keluar sebuah pernyataan yang sungguh sangat meluluhlantakkan hatiq. Bahwa cintanya tak lagi untukq, bahwa ternyata dia masih menyimpan sebuah rasa untuk seseorang, dan itu bukan aq. Bahwa...bahwa...bahwa... dan semua bahwa yang aq benci telah mendengarnya. Aq sakit, aq terluka untuk semua pengakuan itu. Dan qpikir aq akan bisa menyelesaikan semuanya, membuat hubungan kami baik2 saja. Tapi, apa pernah kalian mendengar, sebuah perahu akan tetap berlayar dengan gagahnya, ketika satu dayungnya patah? Dan memang pada akhirnya aq tersadar oleh sesuatu hal. Bahwa —damn! Akhirnya aq menyebut ‘bahwa’— ada hal2 yang memang ga mungkin untuk qta paksakan.






Aq mulai berpikir, merenungi semua hal yang terjadi begitu cepat dan di luar kendaliq... Sampai pada akhirnya aq menemukan sebuah titik “Setiap orang, memiliki seseorang yang sangat dicintainya, walopun pada akhirnya tidak harus dimilikinya. Dan tak ada kekuatan sebesar apapun —selain-Nya— yang bisa mengubah itu.” Dan akhirnya kalimat sampah barusan menjadi jawaban untuk semua yang terjadi... Aq mulai mempertanyanya cintaq, dan sgala rasaq untuknya. Sampai suatu waktu, datang seorang kawan lama, aq menangis dihadapnya, tanpa perlu qkatakan apapun. Hanya demi mendengarnya mengatakan sesuatu. Ada rasa yang meluap, yang sulit untuk qungkapkan. Semua hal menari di benakq, seorang kawan yang selalu qrindukan ini, yang selalu hadirkan tawa dan rasa nyaman saat bersamanya. Dan, seseorang yang mampu membwatq tergetar dan merasakan betapa luarbiasa indah cinta itu... Namun sayang, dia sudah memiliki tambatan hatinya dan itu bukan aq. Aq ternyata menyimpan rasa itu untukmu kawan...selama sekian tahun dan aq berusaha mengabaikannya...

Kembali pada tokoh pertama pada tulisan ini. Hubungan kami tetap terjalin baik. Hanya mungkin kastanya sedikit turun, dari seorang teman spesial menjadi teman dekat. Ironis, mungkin. Tapi itulah yang terjadi sekarang. Hanya saja aq sudah mulai bisa menerima, bahwa sayang dan cintanya tak lagi bwatq. Bahkan aq meragukan “rasa” itu pernah ada di hatinya.
Dan aq? Akan sampai kapan? Jangan tanyakan itu. Karena aq ga akan tau sampai kapan aq akan benar2 bertemu orang yang memang qcintai dan juga memilihq untuk dicintai.


Wednesday, June 3, 2009

Aq...dan aq...

Ini cerita tentang aq... Hanya Aq...




Awalnya sulit memulai untuk menulis tentang ini. Belakangan ada yang berubah dari aq. Aq merasakan perubahan itu. Dan aq menyukainya. Karena ini semua amat sangat menyenangkan.
Aq yang biasanya selalu mudah menebak orang. Aq yang sulit untuk dibohongi —karena aq pasti bakal tau kalo aq dibohongin— Tapi kali ini beda... Aq sangat susah menebaknya. Semua tentangnya adalah kejutan. Sekarang aq mulai bisa memandang segala sesuatu dengan cara yang berbeda. Aq adalah orang yang terlalu rumit dalam segala hal. Dan sekarang sedang mencoba untuk menjadi sedikit lebih simple. Aq begitu lepas berbicara apa saja... Tertawa, marah, kesal, semua... Aq tak ingin membuat kesimpulan apapun tentang ini. Biarkan semua mengalir bagai sebuah cerita tanpa plot dan tanpa ending apapun.
Biarkan qrasakan emosi yang dangkal ini, marah,kesal, tertawa tanpa melibatkan emosi terdalam dari hati dan perasaan. Karena buat orang seperti aq, kebahagiaan saat ini lebih dari apapun. Dan aq bahagia dengan semua ini. Dan semoga saja aq ga akan pernah menggunakan emosi terdalamq itu. Yup...biarkan seperti ini saja. Karena aq yakin setelah semua yang terjadi...dia juga menginginkan hal yang sama seperti aq. Hanya untuk saat ini. Aq ga akan pernah mempertanyakan keberadaanq untuknya... Karena semua hanya untuk saat ini. Biarlah hal2 untuk esok tertulis keesokannya...

Kesetiaan


Terinspirasi setelah nonton film-nya Henry Adianto, From Bandung with Love.

Kesetiaan yang menurut Vega –diperanin sama Marsha Timothy- adalah sesuatu yang ga bisa direncana’in, seperti cinta dan hidup. Iya, itu ada benernya. Karena terkadang kesetiaan harus terhalang oleh kesempatan untuk tidak menjadi setia. Rasa bosan, jenuh terhadap sesuatu, pasangan ato apapun, bisa menjadikan qta untuk tidak setia. Terkadang qta merasa seseorang membuat qta lebih nyaman dan memperlakukan qta jauh lebih baik dari pada pasangan qta. Hati qta ikut bicara. Semua hal kecil terasa menjadi besar. Semua hal yang biasa menjadi tak biasa. Semua tentang pasangan menjadi suatu masalah.
Bagi aq sendiri, menjadi setia adalah sebuah pilihan. Qta harus siap menuai segala resiko ato dampak yang timbul dari pilihan itu sendiri. Baik ato pun buruk.
Bagi kebanyakan orang, hal yang paling manyakitkan adalah pengkhianatan. Sulit rasanya memaafkan untuk yang satu itu. Ketika salah satu pasangan sudah tak lagi setia, maka tak ada lagi yang bisa dipertahankan. Tapi, aq slalu begitu mudah memaafkan pengkhianatan. Hanya karena aq berpikir...mungkin saja suatu saat aq melakukannya. Ketika datang kesempatan, buat aq untuk ga setia sama pasangan aq...aq mengatakannya “Ini saatnya” tapi pada saat aq mau memulainya...ternyata sulit sekali rasanya. Bahkan untuk sekedar pura-pura mencintai orang lain selain pasangan aq.




Entahlah, kesetiaan selalu terkait dengan 1 hal yaitu perselingkuhan. Dan buat aq...Menjadi setia adalah sebuah pilihan. Pilihan yang bisa untuk diusahakan.

Sunday, May 24, 2009

Kisah tentang Seorang Lelaki

Ini adalah sebuah kisah tentang seorang Lelaki. Lelaki yang tak memiliki romantisme di dalam kamus hidupnya. Dia tidak tau harus berbuat apa untuk orang yang dicintainya. Dia sadar dia salah. Dia telah melakukan kesalahan besar dalam hidupnya. Namun, dia seolah terpasung oleh kesalahan itu. Sulit baginya melepaskan diri, untuk tidak menyakiti wanita yang dicintainya...walaupun sebenarnya dia ingin memberi kebahagiaan untuk wanita itu. Berikut adalah goresan tinta dari sang Lelaki yang entah ditujukan pada siapa. Dan mungkin ini akan menjadi satu-satunya hal paling romantic yang pernah dia lakukan.

Jumat, 15 Juli 2005

Hai sepi, nggak tau jalan hidupku gimana. Kalopun kami damai aku harus tetep ati2. Aku nyesel juga punya sifat kayak gini, dimana aku terlalu bodoh untuk mengerti keadaan aku harus bersikap gimana. Setiap aku bergerak aku mesti siap terima kata2 “kita pisah” atau dicuekin (setiap ngoming nggak direspon). Aku sudah berjanji dalam hati nggak akan memperlakukan dia dengan kasar lagi.
Sepi...saat aku ditinggalkan oleh dia 1 malam rasanya udah nggak ada lagi yang bakalan mau berkeluh kesah denganku lagi. Hari2ku, canda gurauku nggak akan lagi aku dapetin. Aku sadar kalau dia milih pisah adalah suatu hal yang benar bagi dia. Siapa sih yang mau punya suami yang nggak bisa dibanggain.
Sepi...aku nyesel mbilangin dia brengsek. Kenapa? Karena sebenernya yang brengsek itu aku. Bayangin istri perutnya kesakitan, suami enak2an tidur. Janjiku nganter dia ke praktek kulewatkan dan akhirnya dia pergi dengan diantar teman cowo’nya. Baik2 dia memintaku untuk tinggal menemaninya di rumah, aku malah menghadiahkan pukulan. Suami macam apa aku. Paling dia nyesel poll milih aku jadi suaminya. Siapa sih cewe’ yang mau sama orang yang nggak berprospek , nggak punya pengertian kayak aku.
Oh iya sepi, dia bilang aku tuh kalo dia lagi marah, aku baik sama dia. Tapi pas baekan malah bikin dia sakit lagi. Bangsat banget nggak aku? Akhir2 ini kita jarang ngobrol enak, tapi untung juga dia baek banget masih mau nyiapin keperluanku. Mulai makanku, sampai tugas2 kuliahku. Dia juga ngasih seabrek kesempatan yang selalu aku sia2in. Goblok banget aku ini.
Oh iya sepi, aku inget dia dulu pernah bilang kalo aku bakal lebih baik kalo kami pisah. Tapi gmana mau lebih baik kalo nggak ada yang membimbing, nasehatin aku (bingung aku). Doaku satu, kalo kami pisah Ya Tuhan tolong bahagiakan dia dengan apapun yang dia pilih.
Apa iya dia mau memaafkan aku? Semalem dia ngeluh sakit perut. Aku ngantuk banget. Kata adekku dia nelpon taxi. Dan aku nggak nyari dia. Barusan aku nelpon temannya ternyata istriku semalem tidur di masjid. Dalam kondisinya yang sedang hamil 9bulan. Maaf.

Berpegang pada tulisan ini. Sang istri bertahan dengan Lelaki itu, dengan keyakinan bahwa Lelaki itu teramat mencintainya. Seiring waktu, keyakinannya tak jua terkuatkan, malah semakin terkikis. Sampai akhirnya tak bersisa lagi.

Friday, May 22, 2009

Suatu Senja di Sebuah Pantai

Hari itu 25 Feb 09. Tepatnya hari Rabu. Seseorang mengajakq ke pantai. Beberapa waktu sebelumnya aq melewati hari2 yang sangat berat. Menyita seluruh pikiranq. Dia menanyakan “Ada yang u pengen lakuin ga? Sekedar ngeRefresh diri?” aq jawab aja “Aq pengen naek KA. Trus pas KA nya jalan aq berdiri di antara dua gerbong n tereak sekenceng2nya” trus dia bilang “Di sini kan ga ada KA, gmana klo ke pantai aja.” Hahahaha...Hantu jalan ini ditawarin ke pantai. Jelas mau lah.

Dengan perlengkapan siap tempur (jaket, sarung tangan, kaos kaki, mantel hujan) qta berangkat ke Balikpapan. Naik motor. Pengalaman yang ga bakal aq lupain sekaligus ga bakal aq ulangin. Gila aja. Mana jalanannya Smd-Bpp meliuk2 ga karuan. Banyak tikungan tajam... Ga mau lah mempertaruhkan nyawa yang cuma 1 gini. Sepanjang perjalanan qta ngobrolin banyak hal...dari obrolan yg ga mutu, bikin eneg, menggelikan dan sebagian obrolan membuat aq berpikir tentang banyak hal. Sampai di Balikpapan qta nonton di XXI, Pintu Terlarang. Aq yang pengen. Sebenernya dia ga mau. Tapi berhubung ini hari untuk aq ya udah diturutin aja maunya aq. Pulang Nonton qta sholat bentar trus makan coto di daerah Klandasan. Penutup perjalanan qta ke pantai...Yuhuuuuu... Kayak anak kecil baru dapet mainan, aq seneng bgt. Jepret sana sini. Ga kerasa senja deh. Mana gerimis pula...Qta mutusin bwat pulang. Di jalan nyempetin mampir di KM brapa gitu aq lupa. Minum kopi di warung. Jujur, saat itu aq pengen waktu berjalan lebih lambat. Moment yang bikin aq hepy banget...

Hari itu, aq menjadi diriq yang apa adanya. Berbagi cerita tentang banyak hal. Tertawa lepas... Dan itu semua sekaligus menjadi penutup cerita tentang kami. Karena mungkin itu adalah perjalanan pertama dan terakhir aq dan dia... Setelah ini semua, akan ada hal yang berubah... Semua orang akan berubah. Cuma masalah waktu saja.
Yakin lah. Akan berbeda seperti sebelum ini... Aq dengan kehidupanq dan dia dengan kehidupannya...

Friday, May 15, 2009

Aq Percaya Kamu...


Aq percaya kamu
Melebihi apa yg orang katakan kepadaq
Aq percaya kamu
Tak peduli apa yang orang katakan tentang kamu
Yang qtahu kau selalu sejukkan hatiq
Yang qtahu kau selalu ada di saat qmembutuhkanmu
Kau selalu ada… di saat ku rapuh
Aq percaya kamu

- Aku Percaya Kamu: by d’massive -

Pertama kali denger juga ga sengaja. Pas aq pulang ke Malang bwat wisuda. Trus tau2 dikamar adek kost aq sedang muter winamp pas lagu ini. Langsung terlintas seseorang —ga enak nih tunjuk personal— Asli dah lyric lagunya gambarin dia banget. Tapi, cukup bait di atas lho ya. Iya, orang ini bener dah tau busuk2nya aq, n juga betapa ’malaikat’nya hatiq. Hehehe. Aq cerita banyak hal ke dia, dari hal ga penting, ga mutu, dsb-nya. Dari sekedar cew or cow cakep, gossip seleb, kebijakan pemerintah, politik, Dahlan Iskan, dll. Selalu aja ada topik bwat dibahas. Ada saat di mana qta ketemuan hampir tiap hari, tapi ga pernah ada kata bosan —ga tau dia nya— ada kala sesuatu menjauhkan kami. Karena kesibukan masing2, ada juga salah paham yang kebanyakan karena ego q yang guede bgt. Tapi... Selalu ada rasa menggelitik yang mendorongq untuk sekedar sms 1 karakter ”?” Lalu kami tertawa bersama, saling bercerita tentang segala hal. Dan semuanya akan menjadi baik2 saja... Segala panik dikejar deadline, kesal, marah, suntuk... terendapkan sejenak. Segalanya terasa nyaman saat sudah cerita ke dia. Dia pun begitu. Apapun yang orang bilang tentang kami, hanya kami berdua yang tahu...

Aq pernah menulis ini —sekira 1-2 th lalu—

Aku mengenalnya lewat tatapan
Aku mengenalnya lewat sebuah persaingan
Aku mengenalnya lewat perebutan

Aku mengenalnya saat kami masih sama2 kecil...
Belum mengerti tentang makna, hidup dan rasa...
Waktu t’lah lama berlalu sejak kepergiannya...
Kepergian yang meninggalkan rasa menang di hatiku...
Karena dia seorang ”Pesaing”

Seiring dengan bertambahnya usia kami...
Waktu kembali mempertemukan kami...
Benang yang dulu terurai...
Dia rekatkan kembali melalui sebuah ”ikatan”
Aku merasa paling dekat dengannya,
tau tentangnya...
Aku terlalu sering menyusahkannya...
Aku terlalu sering memaksakan kehendakku padanya...
Aku bahkan terlalu sering mengecewakannya...
Aku memaksanya untuk slalu mendengarku...
Seolah hanya aku yang memiliki masalah...

Tapi...
Apa pernah dia marah padaku?
Apa pernah dia mengecamku?
Apa pernah dia menyakiti aku?
Apa pernah aku mendengarnya?

Sampai di suatu saat...
Aku lebih banyak diam dari dia...
Dan dia lebih banyak bicara padaku...
Semua kisah mengalir darinya...

Dan aku?
Aku begitu marah pada diriku...
Ternyata...
Betapa aku tak sedikitpun tau tentang dia?

Dari dulu sampai sekarang,
Dia slalu ada untuk aku...
Dia slalu mengerti aku...
Dengan sgala yang ada di diriku...
Dengan sgala kebusukan ku...
Dia...begitu memahamiku...
Karena dia adalah pendukung setiaku

Aku slalu berharap dia akan terus memahami dan mengerti aku...
Dan sgala janji di hatiku...
Aku tak ingin lagi menyakitinya, mengecewakannya, memaksakan mauku padanya...
Aku ingin dia bangga padaku...

Aku tak ingin berucap ”Terima Kasih” padanya...
Karena apa pun dia untukku, keberadaannya...
Lebih dari sekedar rasa ”Terima Kasih”