Sunday, November 24, 2013

Cara Tuhan Mencintai


Ini adalah sebuah email yang saya tulis di milis komunitas yang saya sangat cintai, tanggal 15 Oktober 2013

Dear...
Lama ga menyapa
Smoga semua dalam keadaan sehat wal afiat
Met idul adha bagi yang merayakan

Menyapa dari salah 1 RS di Samarinda
Blm 1 bln Adhit sang ka2 mengalami kcelakaan kcil, menubruk dumptruck yang sedang parkir karna keasyikan mengejar layangan.
Dan kemarin AnanAnantya sang adik mengalami kecelakaan, terkena pintu mobil antar jemput yang tidak sengaja ditutup oleh temannya sewaktu mau turun di sekolah.
Bagian kepala belakang telinga mengalami luka yang cukup parah membentuk V lebih dr 5 cm dan dalam. Harus di CT SCAN. Sempat beradu mulut dengan petugas RS Pemerintah yang akhirnya saya minta dirujuk ke RS Swasta. Alhamdulillah sudah tertangani dengan baik.

Hasil CT SCAN menurut dr Sp. Saraf ada sedikit pendarahan di lubang udara entah saya kurang paham Tapi nanti akan hilang dengan sendirinya.
Tadi malam masuk R. Operasi untuk perbaikan jaitan dari RS sebelumnya yang lebih mirip jaitan karung rusak astagfirullah biar Allah yang membalas pelayanan mereka
Dan sampai pagi dia terbangun sebentar2 karena efek anastesi.
Alhamdulillah tadi pagi sudah sadar dan makan habis 1 piring dengan lahap.

Awalnya saya sempat marah mau menuntut anak yang membuat anak saya celaka. Ibu saya menenangkan : itu tidak sengaja.
Kalau semua tidak sengaja bisa diabaikan, maka Dul nya Dhani tidak perlu menjalani proses hukum.

Ayah lg di Surabaya langsung menelpon ketua yayasan, kepala sekolah, dan gurunya. Menegur mereka dengan sangat keras atas perilaku siswa-siswanya yang memang sudah sering merugikan anak-anak kami. Tapi ketika bertemu ustadzah-nya AnanAnantya, hati saya luluh. Dan akhirnya saya meminta pihak sekolah untuk tidak memarahi anak yang tidak sengaja membuat Anantya sakit. Tapi cukup dia dan ortunya mengetahui.

Teman-teman dan saudara yang datang semua menegur : ini teguran buat bundanya untuk tidak terlalu sibuk dan lebih banyak dengan anak-anak. 
Jlebbb... Ingin rasanya marah : saya ini single parents yang memiliki effort lebih besar untuk mencari nafkah.

Tapi kembali lagi, untuk siapa saya mencari uang. Kenapa saya sampai lalai atas anak-anak.
Betapa indah cara Tuhan mencintai dan menegur saya. Mungkin saya harus lebih berpikir untuk lebih banyak bersama keluarga, mengurangi dinas dan membatasi jam kerja saya yang sering overtime.

Saya merayakan idul adha di sebuah RS Kristen dengan pelayanan yang luar biasa penuh cinta juga teman 1 kamar yang mendoakan anaknya dan anak saya dengan cara agamanya.

Indahnya perbedaan adalah ketika kita bisa menerima perbedaan itu.

Salam sayang, mohon doa untuk anak saya.
Anis

No comments: